Selain itu, sambung dia, pihaknya juga akan menerapkan pola belajar di rumah bagi seluruh pelajar di Majalengka. Mengenai teknis dan juknisnya, saat ini Dinas Pendidikan tengah mengkajinya dan segera menerapkanya di masing-masing sekolah.
“Semua ini akan dihentikan sementara, sampai situasi dan kondisi kembali normal, dan sekolahpun bukan diliburkan, tapi belajar di rumah. Sebab, jika libur, itu tidak belajar sama sekali,” ucapnya.
Bukan hanya itu, dirinya juga akan segera mengeluarkan regulasi berupa surat edaran (SE) terkait Covid 19 ini, yang akan langsung diberikan ke pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga ke tingkat RT dan RW, termasuk bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), agar ikut serta mensosialisasikannya.
“Kalau setiap hari Jum’at, kita akan gandeng MUI, dan kita akan memantau setiap jamaah dan rencananya mereka akan diberikan masker. Apalagi stok masker kita masih ada 150 ribu,” ungkapnya.
Mengenai kegiatan kerumunan di pasar, jelas dia, tentunya tidak bisa dihentikan secara total, mengingat ini berkaitan dengan kebutuhan ekonomi masyarakat.











































































































Discussion about this post