Pada pelaksanaan zoom meeting antara Sekda, Kepala SKPD dan Camat yang berlangsung di Ruang Ki Tinggil Setda Indramayu, jelas jajang, Pak Sekda menawarkan kepada para pejabat struktural di lingkungan Pemkab Indramayu untuk ‘beramal’ secara sukarela guna membantu mempercepat pembangunan Rumah Tahfidz tersebut.
Tawaran tersebut disampaikan karena manfaat yang bisa didapatkan oleh seseorang apabila memberikan kontribusi secara ikhlas kepada para penghafal Al-Qur’an.
Saat zoom meeting tersebut, jelas Jajang, diceritakan bahwa kalau di lingkungan Setda, para pejabat strukturalnya melakukan gerakan sukarela secara urunan yang besarannya disesuaikan dengan nilai Tukin tiap pejabat, dengan cara mencicil selama selama 6 bulan.
“Kalau di lingkungan Setda polanya seperti itu. Kami urunan secara ikhlas. Kalau di perangkat daerah lain silahkan, disesuaikan saja dengan kemampuan yang ada. Karena ini sifatnya sukarela, tidak ada paksaan. Bahkah kalau ada yang tidak ikut urunan atau menyumbang juga tidak apa-apa, karena ini murni sifatnya ibadah, sedekah,” jelasnya.
Jajang menjamin tidak ada pemotongan Tukin bagi ASN di lingkungan Pemkab Indramayu. Apalagi pemotongan selama 6 bulan ke depan untuk membangun Rumah Tahfidz seperti yang sekarang banyak beredar di WA Group atau unggahan di media sosial.
“Jadi saya tegaskan sekali lagi tidak ada pemotongan Tukin untuk para ASN. Jelas ya. Informasi yang salah itu boleh jadi karena ketidakpahaman atau miskomunikasi dalam mencerna pesan,” tegasnya. (Agus)














































































































Discussion about this post