KAB.CIREBON, (FC).- Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) di RS Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) Astanajapura, Kabupaten Cirebon, dikeluhkan keluarga pasien. Keluhan terkait lambatnya penanganan terhadap pasien.
Keluhan disampaikan Yuyun Sri Wahyuni, anak dari pasien H. Wasra. Ia mengaku tidak mendapat respons cepat saat membawa ayahnya ke IGD pada Rabu malam.
“Sejak awal tidak ada sambutan. Saya yang mendatangi dokter agar bapak saya diperiksa,” ujarnya, Kamis (2/4).
Menurutnya, meski telah disarankan rawat inap, pasien tidak segera mendapatkan tindakan medis awal dan hanya diminta menunggu ketersediaan kamar.
“Saya tidak masalah kamar penuh, tapi seharusnya ada tindakan dulu. Selama menunggu tidak ada penanganan,” katanya.
Ia menyebut telah menunggu lebih dari satu jam tanpa tindakan lanjutan, sehingga memutuskan memindahkan pasien ke RSUD Gunung Jati Cirebon. “Di sana langsung ditangani,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, pihak RS UMC Astanajapura melalui Humas Toha menjelaskan pasien datang sekitar pukul 18.09 WIB dengan keluhan mual, muntah, dan diare.
Setibanya di IGD, pasien disebut telah menjalani pemeriksaan awal oleh perawat dan dokter untuk menentukan tingkat kegawatdaruratan.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan, kondisi pasien masuk kategori gawat tidak darurat (kode kuning),” ujarnya.
Ia menjelaskan, saat itu terdapat pasien lain dengan kondisi lebih darurat sehingga penanganan dilakukan sesuai prioritas.
Selain itu, seluruh ruang rawat dalam kondisi penuh sehingga tim medis harus melakukan penyesuaian untuk menyediakan tempat perawatan.
Dalam waktu sekitar 30 menit, ruang kelas III berhasil disiapkan dan telah diinformasikan kepada keluarga pada pukul 19.25 WIB. Namun, keluarga pasien memilih memindahkan pasien ke rumah sakit lain.
Pihak rumah sakit menegaskan pelayanan telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP), termasuk penanganan awal sambil menunggu ketersediaan ruang.
Meski demikian, pihaknya mengakui kemungkinan terjadi kendala komunikasi dengan keluarga pasien.
“Kami memohon maaf apabila terdapat pelayanan yang kurang berkenan. Ini menjadi bahan evaluasi, terutama dalam meningkatkan komunikasi kepada pasien dan keluarga,” ujar Toha.
RS UMC Astanajapura menyatakan akan melakukan perbaikan guna meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya dalam penanganan pasien di IGD. (Nawawi)
















































































































Discussion about this post