Petani lainnya, Ratim (58) menambahkan panen yang baru diperolehnya ini sebagian akan dipergunakan untuk cadangan pangan agar tidak terus menerus membeli beras dengan harga mahal.
“Jadi walaupun harga gabah sudah normal, tapi harga beras di beberapa pasar tradisional masih belum turun juga. Jadi kami simpan dulu untuk ketersediaan makan keluarga,” imbuhnya.
Sekarang, kata dia, harga gabah sudah mulai turun dan bahkan normal namun harga beras masih tetap tinggi, untuk kualitas premium masih mencapai Rp13 ribu hingga Rp13.500 per kilogram di setiap kios di pasar tradisional.
Kalaupun menjual gabah hasil panen, harganya tidak akan semahal sebelumnya, terlebih kedepan disaat gabah miliknya kering dan musim panen mulai serentak. Saat ini saja panen baru beberapa hektaran namun harga jual gabah berangsur normal.
Ia menuturkan, disaat harga mahal hampir semua petani menjual gabah hasil panennya. Karena untuk menunggu harga mahal kembali masih sangat lama, karena harga akan terus turun seiring banyaknya petani yang memanen padinya. (Munadi)











































































































Discussion about this post