KUNINGAN, (FC).- Tanpa banyak seremoni, Pemerintah Kabupaten Kuningan bergerak cepat mengamankan harga kebutuhan pokok jelang Ramadan. Melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) Spesial Ramadan bertajuk DIRAHMATI (Diskon Ramadan Hemat Tahan Inflasi), sebanyak 15 titik pangan murah digelar serentak sebagai langkah antisipatif menekan potensi lonjakan harga.
Lebih dari 100 ton bahan pangan pokok disiapkan dengan rata-rata distribusi 6,5 ton per hari. Strategi ini dijalankan berbasis pemetaan distribusi dan potensi tekanan harga di tingkat lokal, sehingga intervensi dilakukan sebelum gejolak terjadi.
Kegiatan di Desa Seda, Kecamatan Mandirancan, Senin (23/2), dibuka Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., mewakili Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar.
Wahyu menegaskan, pemerintah tidak ingin bersikap reaktif terhadap fluktuasi harga yang kerap terjadi saat Ramadan.
“Intervensi harus dilakukan lebih awal. Ketika harga terkendali dan pasokan aman, masyarakat bisa menjalani Ramadan dengan tenang tanpa kekhawatiran lonjakan harga,” ujarnya.
Sejumlah komoditas dijual di bawah harga pasar dengan selisih signifikan. Beras medium Rp12.000/kg (pasar Rp14.900/kg), telur ayam Rp29.000/kg (pasar Rp36.000/kg), gula pasir Rp15.000/kg (pasar Rp18.000/kg), daging sapi Rp120.000/kg (pasar Rp135.000/kg), serta bawang merah dan bawang putih dengan selisih hingga Rp7.000 per kilogram.
Antusiasme warga terlihat sejak pagi.
Dalam waktu singkat, sebagian besar komoditas ludes terjual. Kondisi ini menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat sekaligus efektivitas intervensi harga yang dilakukan.
Dalam pernyataannya, Bupati Dian Rachmat Yanuar menegaskan bahwa stabilitas pangan adalah fondasi ketenangan sosial.
“Pangan bukan sekadar angka statistik. Ia adalah rasa aman rakyat. Pemerintah harus hadir sebelum harga melonjak, memastikan dapur masyarakat tetap berasap,” tegasnya.
Selain transaksi jual beli, kegiatan juga diwarnai interaksi langsung antara jajaran dinas dan warga, menciptakan suasana hangat dan humanis di tengah pasar murah.
Melalui operasi senyap ini, Pemkab Kuningan menegaskan komitmennya menjaga inflasi tetap terkendali, melindungi daya beli masyarakat, dan memastikan Ramadan berjalan dalam suasana tenang dan stabil secara ekonomi. (Angga)











































































































Discussion about this post