KUNINGAN, (FC).- Objek Wisata Cibulan, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, menerima siswa Praktik Lapangan Persekolahan (PLP) dari SLB B-C Dharma Wanita Jalaksana tingkat SMA.
Program ini menjadi langkah nyata dalam mendorong pariwisata inklusif sekaligus membuka akses dunia kerja bagi penyandang disabilitas tunarungu dan tunawicara.
Manajer Pengelola Objek Wisata Cibulan, Iwan Rewex, mengatakan bahwa penerimaan siswa SLB tersebut dilakukan dengan penuh kesadaran dan hati nurani, bukan semata-mata sebagai program formal kerja sama.
Pasti dengan hati nurani, karena kami bisa belajar banyak dari anak-anak yang sebenarnya memiliki kelebihan, sementara kami sendiri menyadari masih banyak kekurangan,” ujar Iwan kala ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (13/12).
Ia menjelaskan, kegiatan PLP ini rencananya akan mulai dilaksanakan pada 15 Desember 2025.
Selama mengikuti PLP, para siswa akan dilibatkan dalam aktivitas kerja di lingkungan wisata yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.
“Yang pasti penugasan disesuaikan dengan kemampuan yang mereka miliki, karena belum tentu kita mampu seperti anak-anak ini,” katanya.
Menurut Iwan, tujuan utama program ini bukan hanya mengenalkan aktivitas kerja, tetapi juga membangun proses saling belajar antara pengelola wisata dan para siswa SLB, khususnya dalam mengenal dunia kerja di sektor pariwisata.
“Kami lebih ke sama-sama belajar, agar anak-anak ini bisa mengenal dunia kerja di dunia wisata, dan mudah-mudahan kegiatan ini bermanfaat bagi mereka di masa yang akan datang,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menilai kehadiran siswa SLB justru memberikan pelajaran hidup yang berharga bagi lingkungan kerja di Cibulan, terutama dalam membangun ketahanan mental, kesabaran, dan empati.
“Dengan kehadiran mereka, kami merasa mendapat tambahan ilmu hidup. Kami yang banyak kekurangan bisa belajar untuk kuat dan sabar dalam menjalani kehidupan, karena apa yang mereka rasakan belum tentu bisa kita rasakan,” ungkapnya.
Terkait keberlanjutan program, Iwan membuka peluang untuk terus mendukung keterlibatan penyandang disabilitas di dunia kerja apabila program tersebut memberikan dampak positif.
“Kenapa tidak, kalau memang ini bermanfaat dan bisa memberikan yang terbaik bagi para disabilitas,” tegasnya.
Ia pun berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah, dunia usaha, dan dunia pendidikan terhadap akses kerja bagi penyandang disabilitas, agar mereka memiliki kesempatan hidup yang layak dan setara.
“Kami berharap ada perhatian lebih untuk penyandang disabilitas di dunia kerja, supaya mereka juga dapat hidup layak seperti kita. Dunia pendidikan juga semoga melakukan hal yang sama dan tidak memandang sebelah mata, karena mereka memiliki banyak kelebihan, baik dari segi mental, kecerdasan, maupun keterampilan,” pungkas Iwan. (Angga)










































































































Discussion about this post