INDRAMAYU, (FC).- Kabupaten Indramayu sebagai sentra pangan nasional harus didukung oleh mayoritas mata pencaharian masyarakat petani, berinovasi melalui kebijakan baru pemerintah baik pusat dan daerah secara terintegrasi terhadap kondisi infrastruktur pertanian selama ini yang masih menjadi kendala di lapangan.
Hal tersebut diungkapkan Calon Bupati Indramayu nomor urut 4, Nina Agustina didampingi Anggi Ono Surono wakil ketua bidang kebudayaan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Indramayu yang merupakan istri Anggota DPR RI Komisi IV Ono Surono, saat berkunjung ke kelompok tani di Desa Juntiweden, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Minggu (1/11).
Nina Agustina yang juga merupakan bendahara GNTI (Gerakan Nelayan Tani Indonesia) mengungkapkan, program luncuran pemerintah pusat untuk sektor pertanian dalam perbaikan infrastruktur pertanian setiap tahun rutin dikucurkan sebagai bentuk perhatian untuk daerah pensuplai pangan nasional terbesar di Jawa Barat.
Namun demikian, lanjut Nina, keluhan tingkat kerusakan infrastruktur pertanian itu setiap tahun terus mengalami peningkatan yang luar biasa pada kisaran 40 hingga 60 persen.
“Bantuan pemerintah pusat dalam pengelolaan irigasi secara integratif dan partisipatif untuk mendorong terwujudnya kedaulatan pangan nasional, tetapi apakah sudah sampai kondisi infrastruktur seperti irigasi, embung dapat dinikmati oleh masyarakat petani Indramayu selama ini,” tuturnya.
Ia menambahkan, kondisi infrastruktur pertanian yang rusak dan berujung pada proses tata kelola air masih kurang maksimal, menyebabkan beberapa kecamatan hampir mengalami gagal panen selama tiga tahun kebelakang, adalah betapa kondisi nasib petani Indramayu belum diberikan jaminan kesejahteraan yang seimbang, seiring dengan perolehan prestasi Kabupaten Indramayu sebagai Kabupaten dengan Produksi Beras Tertinggi di Indonesia oleh Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo beberapa bulan kemarin.
“Program prioritas Nina Lucky kedepan akan mengoptimalkan sektor pertanian secara mandiri melalui peran serta Pemkab Indramayu untuk membangun 1000 sumur bor bagi petani di wilayah rawan kekeringan, membangun 100 embung dan merevitalisasi embung yang sudah terbangun serta memberantas praktek – praktek mafia air dengan merevitalisasi kelompok P3A Mitra Cai,” terangnya














































































































Discussion about this post