KOTA CIREBON, (FC).- Belum genap seminggu berita terkait keprihatinan atas Gedung Dinas Pemadam Kebakaran dan penyelamatan (DKPP) atau biasa disebut Damkar mengemuka. Minggu (18/7) malam saat hujan deras, atap garasi yang menjadi tempat parkir mobil damkar dan pegawainya standby, ambruk.
Ditemui FC Senin (19/6), Kadis Damkar Kota Cirebon Adam Nuridin menuturkan, pada saat ambruk runtuhannya hampir mencelakai pegawainya yang sedang stanby di garasi. Beruntung tidak ada korban yang terluka, maupun kendaraan yang rusak.
“Ambruk pas hujan angin kemarin malam, beruntung tidak langsung kena anggota, karena saya sudah mengimbau kalau duduk-duduk jangan dekat atau bagian depan garasi,” tuturnya.
Disebutkan Adam, sebelum kejadian ini, sejumlah saraana dan prasarana Damkar Kota Cirebon terlebih dahulu ambruk. Seperti gedung untuk dirinya ngantor dan ruang kesekretariatan juga ambruk, hanya menyisakan pondasinya saja.
“Untuk sementara, selama empat tahun ini saya dan sekdis ngantor di Gedung Pos Damkar Harjamukti. Sementara sejumlah kabid ngantor di mess Gedung Utama Mako lama yang rusak, itu pun kondisinya menyedihkan,” jelas Adam.
Menurut Adam, pihaknya sudah mengusulkan adanya pembangunan gedung baru untuk Kantor Damkar. Menurutnya, kantor lama sudah tidak memungkinkan untuk direhab. Sebab, di kantor lama yang tersisa tinggal puing-puing tembok bekas bangunan perkantoran.
Sayangnya, usulan itu belum terealisasi. Itu karena keterbatasan dana pada APBD Kota Cirebon. Ditambah lagi masa pandemi Covid-19 .
“Rusaknya kantor sudah dari empat tahun. Diusulkan sejak tahun 2020, sepaket dengan yang bangunan kantor. Karena covid jadi belum terlaksana,” paparnya.
Saat ini, pembangunan gedung baru untuk Kantor Damkar Kota Cirebon sudah diusulkan ke provinsi. Kebutuhan anggarannya sekitar Rp22 miliar dengan desain tiga lantai.
“Tapi kita juga belum tahu apakah usulan ini akan dikabulkan oleh provinsi atau belum,” imbuhnya.
Sementara itu dari sisi mobil atau truk damkar, Adam mengaku dari 8 unit yang ada empat tidak bisa dipakai lagi alias rusak. Tiga unit harus diperbaiki dulu bila ingin dioperasionalkan. Hanya satu yang siap, karena itu mobil baru keluaran Tahun 2020, sedangkan lainnya bahkan ada yang berumur 25 tahun.
“Idealnya satu kecamatan dicover dua mobil damkar,” ucapnya.
Namun demikian, lanjut Adam, kondisi ini tidak menyurutkan semangat dirinya dan seluruh jajaran Damkar Kota Cirebon untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyaraakat Kota Cirebon.
“Iya, ini dibuktikan pada peringatan HUT Damkar ke-104, Damkar Kota Cirebon berhasil meraih penghargaan sebagai instansi dengan pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM), sub urusan kebakaran Tahun 2022, dengan Kategori Paripurna 100 Persen,” tegas Adam. (Agus)













































































































Discussion about this post