KOTA CIREBON, (FC).- Di Indonesia, tradisi nyekar khususnya di Tanah Jawa ke makam keluarga yang telah meninggal hal yang lumrah. Nyekar sendiri berasal dari kata sekar, yang berarti bunga atau kembang. Oleh karena itu pada tradisi nyekar atau ziarah kubur, peziarah biasanya menaburkan kembang ke makam keluarganya.
Kembangnya sendiri, biasanya dibeli peziarah disekitar area pemakaman. Seperti di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jabang Bayi Jalan Kesambi Kota Cirebon. Belasan penjual kembang berderet, menjual berbagai jenis kembang dan barang-barang untuk keperluan tradisi nyekar.
Gita Asri (21), salah satu penjual kembang (bunga,-red) di Pemakaman Jabang Bayi mengatakan, untuk jenis kembangnya sendiri bermacam-macam. Seperti bunga mawar, melati, soka, kemuning, dan juga bunga kenanga.
“Stok kembangnya sendiri, kita memesannya dari produsen dibeberapa tempat, seperti Sumber Kabupaten Cirebon, Brebes dan Kuningan,” ungkapnya kepada FC, Kamis (8/9).
Disebutkannya, dari beberapa jenis bunga yang paling laku adalah bunga melati dan juga mawar. Tidak hanya bunga, dirinya juga menyediakan air mawar, menyan, dan juga berbagai dupa-dupa.
“Waktu mrema (banyak terjual), biasanya pada Hari Kamis dan Jumat, karena banyak yang ziarah pada hari itu. Penjualan juga akan naik pada beberapa hari sebelum puasa dan sebelum lebaran,” imbuhnya.
Gita menuturkan, harga bunga saat ini masih cukup stabil. Seperti melati, saat ini dikisaran Rp120.000/Kg. Tapi bila ada kenaikan, bunga berwarna putih dan berbau harum ini bisa menyentuh harga Rp250.000-300.000/kg.
“Untuk harga yang paling tinggi itu adalah kembang melati, terkadang kalau lagi normal ya di harga Rp120.000/kg tapi kalau lagi naik bahkan sampai Rp250.000 sampai dengan Rp.300.000/kg” tambahnya.
Terkait naiknya harga BBM, kata dia, sampai saat ini belum mempengaruhi harga jual bunga. Yang paling mempengaruhi kenaikan harga adalah faktor cuaca. Bila cuaca bagus produksi bunga juga bagus, maka harga stabil, sebaliknya bila cuaca buruk bunga banyak yang mati, maka harganya pasti naik juga.
Jahrotul (23), seorang warga yang sedang berziarah mengatakan, dengan adanya penjual bunga seperti ini justru membantu. Pasalnya, dirinya yang hendak berziarah tidak usah bersusah payah mencari bunga dan kebutuhan lainnya.
“Saya senang, karena para penjual bunga ini sangat memudahkan para peziarah. Karena tidak usah jauh-jauh membeli bunga dan keperluan lainnya, semuanya ada disini,” tutupnya. (Ramadhan/Sayyid)












































































































Discussion about this post