MAJALENGKA, (FC).- Di Desa Babajurang Kecamatan Jatitujuh Kabupaten Majalengka hampir terlihat kandang domba di setiap sudut blok desa. Hal ini membuat Desa Babajurang Majalengka dikenal dengan sebutan sebagai Kampung Domba. Banyak warga menganalogikan, bahwa jumlah domba di Desa Babajurang itu lebih banyak daripada jumlah penduduknya.
Hal ini pun diakui oleh Kepala Desa Babajurang Ahmad Basar. Menurutnya, di desanya memang banyak peternak domba. Hampir tiap dusun dan blok selalu ada peternak yang mempunyai domba mencapai puluhan ekor.
“Sebutan Kampung Domba mulai melekat sekitar tahun 2020 an. Melekat begitu saja, karena tahun-tahun sebelumnya, warga sering nawarin domba di sosial media seperti Facebook,” ungkapnya, Selasa, (5/7).
Ahmad menambahkan, sejak sering posting di sosial media itu, banyak para pencari domba mendatangi para peternak domba di Desa Babajurang.
“Siapa saja yang butuh domba bisa datang langsung ke Babajurang. Di desa kita memang dombanya melimpah, bahkan jumlahnya melebihi jumlah penduduk di sini,” ungkapnya.
Di desa Babajurang, dijelaskan Ahmad, hampir semua blok ada peternak domba. Satu blok yakni Blok Mawar tercatat merupakan blok yang paling banyak peternak dombanya.
“Sekarang, kita pun punya sentra domba di Blok Mawar. Mayoritas yang banyak peternak domba itu ada di Blok Mawar,” jelasnya.
Sementara itu jumlah penduduk di Kampung Domba Majalengka saat ini hampir seimbang dengan jumlah domba. Jumlah domba saat ini ada sekitar dari 1000 ekor domba. Sementara jumlah penduduk Desa Babajurang hampir 1.035 jiwa.
“Di kita ada 30 peternak domba. Setiap peternak itu rata-rata punya 30-40 domba,” ungkap Kades Babajurang Kecamatan Jatitujuh Majalengka ini.
Terpisah, Kadsari seorang penduduk DesaBabajurang sekaligus peternak domba, membenarkan bahwa di desanya jumlah domba sangat banyak mungkin lebih dari 1000 ekor, hal ini dikarenakan penduduk di sini menjadikan ternak domba sebagai pekerjaan tetap, disamping bekerja sebagai petani atau buruh pabrik.
“Ya di Desa Babajurang jumlah domba hampir seimbang dengan jumlah penduduk. Hal ini dikarenakan ternak domba menjadi pekerjaan tetap warga di sini selain bertani dan menjadi buruh di PG Jatitujuh,” ungkap Kadsari.(Munadi)




















































































































Discussion about this post