KAB. CIREBON, (FC).- Salah satu upaya untuk melestarikan dan mempertahankan nilai dari seni dan budaya sebagai ikon adat istiadat dari leluhur Desa Setu Patok Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon.
Pemerintah Desa (Pemdes) setempat mengadakan sedekah bumi (mapag sri) Sabtu (21/9), dengan tujuan mengungkapkan rasa syukur dalam menyambut masa tanam padi yang akan datang dengan harapan panen tahun depan lebih baik, hasil berlimpah para petani sejahtera.
Dalam pelaksanaan Mapag Sri, diawali dengan arak-arakan keliling desa dengan membawa hasil bumi diikuti semua warga Desa Setu Patok dan dimeriahkan pada malam hari dengan pentas seni tari topeng serta pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan Sinden Iwi S dari Lojikobong.
Acara tersebut dihadiri Camat Mundu Novi Komalasari bersama Muspika, Kapolsek Mundu Iptu Didi Sumardi, Danramil Astanajapura, para kuwu, perangkat dan lembaga desa, tokoh masyarakat serta undangan lainnya.
Baca Juga: Warga Astanamukti Berebut Gunungan Hasil Bumi
Camat Mundu, Novi Komalasari mengapresiasi dilgelarnya kegiatan Mapag Sri di Desa Setu Patok, dimana terlihat kekompakan dan bergotong royong dalam membangun desanya saat menyambut Mapag Sri.
Untuk itu, kata Camat Novi, agenda tahunan Mapag Sri dan adat istiadat serta tradisi harus dipertahankan juga dilestarikan, karena ini ada aset budaya yang menjadi ikon wisata daerah.
“Dan, saya berharap petani di Desa Setu Patok tanam padi kedepan lebih baik hasilnya, lebih sejahtera dan ekonomi lebih meningkat,” ungkapnya.
Sedangkan, Kuwu Desa Setu Patok, Johar mengatakan, dirinya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu melaksanakan sedekah bumi berjalan sukses dan kondusif.
“Alhamdulillah kegiatan Mapag Sri berjalan sukses berkat kekompakan warga Setupatok yang bergotong royong membangun desa lebih maju lagi,” tuturnya. (Nawawi)











































































































Discussion about this post