Beberapa di antaranya adalah pembagian alat pelindung diri (APD) dan sarung tangan medis (handscoon) kepada bidan-bidan praktik.
Jika sebelumnya handscoon yang digunakan oleh bidan yang memberikan pelayanan susuk KB atau alias implan, kini pelayanan suntik juga menggunakan handscoon.
Peserta KB Turun 10 Juta, Ogah Turunkan Target
Di bagian lain, Hasto menjelaskan pihaknya tidak akan menurunkan capaian target pada masa kenormalan baru.
Mantan Ketua Program Studi Program Pendidikan Dokter Spesialis Obsetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) ini memilih mengubah kebijakan untuk tetap memburu target pencapaian program.
Dia juga mengembalikan para pegawainya dari yang semula bekerja dari rumah (work from home) untuk kembali ngantor. Alasannya, tidak semua pekerjaan bisa dilakukan dari rumah.








































































































Discussion about this post