“Kalau okupansi pada saat dua bulan sebelumnya itu beda sekali, terutama bulan April dan Mei itu okupansi kita sangat rendah sekali. Kisarannya antara 7-10 persen,” sebut Anton.
Pada bulan Mei, angka okupansi hotel di Kota Cirebon sempat naik turun, terutama pada periode lebaran Idul Fitri lalu.
“Naik sedikit di awal Mei, tapi turun lagi karena lebaran. Setelah itu baru naik lagi minggu kedua setelah lebaran. Okupansi sudah mulai bagus karena orang mau tidak mau harus melakukan bisnis, terutama orang bisnis dengan berpergian,” tukasnya.
Pasca penerapan PSBB juga mulai banyak tamu hotel terutama para traveling yang melakukan perjalanan wisata. “Sekarang okupansi kita di kisaran angka 20-25 persen. Weekend bisa lebih lagi, bisa 30-35 persen,” ujarnya.
Saat ini terlihat di parkiran hotel banyak mobil berplat luar kota dari wilayah barat maupun timur, terutama kebanyakan dari Jakarta. Penerapan protokol covid-19 dilakukan terhadap tamu maupun karyawan hingga mitra vendor atau suplier hotel.
Penerapan protokol kesehatan dilakukan mulai dari meminta tamu cuci tangan pada saat datang, kemudian wajib menggunakan masker, dan pengecekan suhu badan.
“Mau dari zona merah atau zona biru pun kita tidak tahu apakah dia sakit atau tidak, semua tamu kita terapkan. Vendor suplier juga saat datang membawa makanan tetap kita periksa,” tegasnya. (Andriyana)













































































































Discussion about this post