“Setelah operasi pada 2016 silam, kemudian beliau kembali dioperasi potong usus pada tahun 2018,” ujarnya kepada FC usai mengikuti proses pemakaman di Komplek Pemakaman Astana Gunung Jati, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Rabu (22/7).
Ditambahkan oleh Luqman, karena sudah mengalami operasi potong usus selama 2 kali, almarhum sudah tidak bisa lagi menjalani operasi. Sehingga dokter menyarankan harus dilakukan kemoterapi. Almarhum kembali masuk rumah sakit semenjak 3 hari yang lalu. Kondisinya mulai melemah setelah menjalani kemoterapi di salah rumah sakit di Bandung.
Sehari sebelum wafat, almarhum sempat mengalami drop pada selasa pukul 14.00 WIB. Padahal sebelumnya, pukul 12.00 WIB almarhum masih sempat berbincang-bincang dengan permaisuri.
“Jam 2 Siang, kondisi beliau sudah lemah. Padahal jam 12 siang almarhum masih bisa komunikasi dengan Permaisuri,” tambah Luqman.
Sultan Sepuh XIV PRA. Arief Natadiningrat meninggal dunia pada Rabu (22/7) pukul 02.20 dini hari, beliau wafat usai menjalani perawatan di Rumah Sakit Bandung selama 3 hari karena menderita Kanker Usus Buntu.
Almarhum meninggalkan empat orang anak, yakni PR Luqman Zulkaedin, PR Arie Rachmanudin, RR Siti Fatimah Nurkhayani, dan PR Muhammad Nusantara. (Muslimin)













































































































Discussion about this post