KAB.CIREBON, (FC).- Saat ini pemerintah Kabupaten Cirebon tengah dihadapkan dengan persoalan pembangunan yang merata.
Maka, untuk memenuhi itu semua, pemerintah membutuhkan biaya besar yang dananya dari pendapatan asli daerah (PAD). Salah satu PAD yakni dari pajak makanan minuman dan pajak hiburan.
“Banyak jalan yang perlu diperbaiki, kita butuh PAD yang maksimal. Maka, kami berharap ada dukungan dari wajib pajak disektor tempat hiburan,” ujar Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon, Cakra Suseno saat kunjungan kerja Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon di Versus Cafe dan Bar, Selasa (26/8).
Cakra meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon untuk menginventarisir semua tempat hiburan serta melakukan pengecekan ulang besaran pajak yang diterima dari tempat hiburan.
“Kami minta panggil semua pimpinan tempat hiburan malam, cek bayar pajaknya berapa? Inventarisir mana saja yang termasuk hiburan malam,” kata Ketua Komisi
Cakra juga menyebut tempat-tempat hiburan malam yang harus dipanggil ada Mithas, Blue Fox, Versus, Black Eagle, Montir, Kapuas dan lainnya.
Cakra memastikan pihak DPRD tidak memiliki tendensius kepada salah satu tempat hiburan. Karena itu, Komisi II mengingatkan untuk melakukan pengecekan kepada semua tempat hiburan.
“Kita akan agendakan untuk memanggil para pengusaha hiburan malam, jadi tidak hanya Versus, tetapi semuanya,” kata Cakra.
Selain itu, lanjut Cakra, besaran pajak sendiri untuk usaha hiburan dan restoran cukup berbeda, mulai dari 10 persen sampai 40 persen.
“Jadi kalau untuk restoran itu 10 persen, tetapi kalau untuk hiburan seperi diskotik dan sebagainya itu 40 pesen. Jadi nanti pihak Bapenda yang mengetahuinya karena memiliki data,” katanya.
Sementara, Chief Operating Officer Versus Cafe and Bar, Jaya Dixon Saragi menyambut baik langkah Komisi II untuk memanggil semua pengelola tempat hiburan malam.
Lebih lanjut, pihaknya siap menjalankan apa yang diputuskan Pemkab Cirebon. “Kita siap mengikuti aturan pemerintah, tentu kebijakan itu diterapkan kepada semua tempat hiburan,” ucapnya. (Ghofar)













































































































Discussion about this post