KAB. CIREBON, (FC).- Universitas Swadaya Gunung Jati, Kelompok 68 Desa Cibogo baru-baru ini mengunjungi Dusun 2 dari Desa Cibogo Kabupaten Cirebon untuk mengetahui UMKM apa saja yang ada.
Terdapat sebuah UMKM yang sudah terkenal di kancah internasional yaitu Siwang yang didirikan oleh Sri Hartini.
Di tengah keseharian yang padat , Sri Hartini merupakan seorang pengusaha lokal dari desa cibogo kabupaten Cirebon Dusun 2.
Dua membuat siwang atau terasi bawang yang hidangan ini cocok untuk disajikan sebagai pelengkap makanan yang bahan utamanya dari bawang, terasi, cabai serta bumbu- bumbu pelengkap lainnya.
Dengan memiliki rasa yang gurih dan memiliki tekstur yang renyah dan cocok untuk buah tangan.
Siwang milik Sri Hartini merupakan produk yang telah mencapai pasar internasional dengan memiliki 2 varian rasa yaitu original dan pedas.
Produk siwang ini tidak hanya dipasarkan secara lokal, tetapi juga dikirim ke Singapura. Keberhasilan siwang di Singapura disebabkan oleh dukungan dari kerabat yang tinggal di sana.
Selain Singapura, siwang juga telah dipasarkan ke Hongkong dan Amerika Serikat.
Untuk memenuhi permintaan produk siwang, Sri Hartini saat ini memiliki mesin potong bawang yang mempermudah dan mempercepat dalam proses pembuatan siwang.
Baca Juga: Mang Aab Sukses Bisnis Siwang Setelah Berkali-kali Ganti Usaha
Ketika produk mengalami peningkatan permintaan Sri memperkerjakan tenaga kerja untuk membantu peengupasan bawang agar lebih cepat dalam prosesnya supaya memenuhi permintaan konsumen.
Sri Hartini memulai produksi sejak 6 tahun lalu dan sampai sekarang beliau terus mengembangkan produksinya.
Sebelumnya, produk yang dijual hanya jamu ketika pandemi COVID-19 hal tersebut yang memotivasinya untuk menciptakan jamu empun-empun yang bermanfaat untuk meningkatkan stamina untuk yang terkena covid- 19 dengan proses produksi yang bisa mencapai lebih dari 100 botol sehari.
Pemasaran yang dilakukan saat ini hanya menggunakan Facebook untuk media promosinya dengan sistem PO pre-order Sri Hartini selalu menjaga stok siwang dan jamu kunyit asem.
Produk-produk ini biasanya diposting secara online pada malam hari dan tersedia untuk pembelian keesokan harinya dengan harga yang bervariasi mulai dari Rp8.000 hingga Rp50.000 untuk berbagai jenis kemasan siwang.
Selain siwang Sri Hartini juga membuat berbagai produk seperti siwang, jamu kunyit asem khusus untuk perempuan, suhe, jus dan mirong atau peyek ikan untuk mirong biasanya diproduksi ketika mau lebaran .
Baca Juga: Raih Omset Puluhan Juta, Bawang Goreng Mamah Rosi Sudah Dipasarkan Hingga Korea
Sri Hartini tidak hanya melestarikan kuliner tradisional Indonesia, tetapi juga membawa nama Cibogo ke kancah internasional.
Siwang merupakan contoh nyata dari bagaimana produk lokal dapat mencapai pasar global dengan kualitas dan keunikan yang dihadirkan.
Semoga kisah sukses ini dapat menginspirasi banyak orang untuk terus berinovasi dan mendukung produk-produk lokal yang berkualitas.(rls/FC)















































































































Discussion about this post