Sajili mengaku mendapat laporan tentang terkendalanya pembangunan salah satu menara transmisi listrik, dan mendesak pemerintah daerah dan aparat keamanan untuk berperan menyelesaikan masalah itu. Ia berharap, semua pihak segera berkoordinasi dan mencari solusi bersama, sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Ini akan menjadi perhatian kami, kami berharap kerjasama semua pihak demi kelancaran Proyek Staregis Nasional ini, diharapkan ada kebersamaan dan satu suara,” kata Sajili.
Sementara itu, Stakeholder Relation Manager Cirebon Power, Petrus Sihono mengatakan, bahwa progres pembangunan PLTU Cirebon Power Unit 2, masih sesuai dengan rencana yang diharapkan. Pandemi Covid-19 tidak begitu berdampak dalam proyek pembangunan PLTU dengan kapasitas 1.000 MW ini.
“Kami masih bisa berjalan sesuai jadwal, karena sejumlah kebutuhan proyek sudah dipesan sebelum pandemi terjadi, dan pekerja tetap produktif dengan protokol kesehatan,” ujar Petrus.
Dengan perkembangan tersebut, Petrus optimis PLTU Unit 2 Cirebon Power dapat beroperasi pada tahun 2022 nanti. Petrus juga mengharapkan dukungan dari seluruh pihak untuk meenjamin kelancaran Proyek Strategis Nasional ini. Karena jika ada kendala yang terjadi, maka bisa berdampak pada program kelistrikan nasional.
“Oleh karena itu, dukungan dari segala pihak sangat diharapkan, agar proyek ini bisa berjalan sesuai rencana,” katanya. (Nawawi)












































































































Discussion about this post