KOTA CIREBON, (FC).- Rayakan Ulang Tahun atau Milad pertamanya, Thulu’z hadirkan menu-menu enak dan bergizi dengan harga seperti biasanya yaitu Rp3000.
Uniknya adalah, orang-orang yang terlibat di dalamnya merupakan orang yang dahulunya berlatar belakang kurang baik, atau dapat dikatakan semacam preman.
Salah satu pendiri Thulu’z yaitu Lesmana mengatakan, bahwa hari Sabtu (5/6) ini merupakan genap setahun Thulu’z berdiri. Ia tak pernah menyangka akan bertahan hingga setahun.
Pasalnya, tidak pernah ada target jangka waktu berapa lamanya, serta pada saat itu hanya bermodalkan uang patungan.
“Awalnya cuma seadanya. Karena dulu, ketika kita kumpul patungan uangnya kita pakai untuk beli miras, obat dan sejenisnya. Sampai suatu waktu saya jenuh dan punya ide, saya ajak kawan saya Dian untuk bisa turut membantu saya dalam menuangkan ide ini,” bebernya, Sabtu (5/6).
Berhasil tuangkan ide dan gagasan dalam bentuk tindakan. Berawal dari 100 bungkus, kini Thulu’z menambahkan menjadi 300 bungkus setiap hari Sabtu.
Dengan tagline Apapun Kondisi, Tetap Berbagi. Thulu’z juga mempersilahkan siapapun yang tidak mampu untuk mengambil nasi bungkus campur tanpa membayar sepeserpun.
Sebab, bagi mereka yang penting tulus, sesuai nama kedainya.
Dikatakannya, pada peringatan setahun ini, Thulu’z menyediakan berbagai menu spesial. Seperti, empal gentong, mie koclok, gado-gado, dan menu regular yaitu nasi campur.
Dibuka mulai pukul 4 sore. Kedai Thulu’z ini telah dipadati warga khususnya ibu-ibu sejak pukul 3 sore.
“Kita menu ada empal gentong, mie koclok, dan gado-gado, yang memang sudah kita siapkan sekitar 100 lebih permenu. Untuk menu biasa yaitu nasi campur seperti biasanya pula kita sediakan sekitar 300 bungkus dengan harga Rp3000 semua. Kita buka jam 4 tapi, ibu-ibu sudah antusias dari jam 3 pada ramai nungguin,” ujarnya.
Sebelum konsumen dipersilahkan membeli, panitia pelaksana membagikan kupon sesuai menu yang diingikan.
Kemudian, setelah kedai dibuka barulah diizinkan untuk membeli. Itupun berdasar urutan karcis yang dibagikan panitia.
“Ia kita bagikan kupon dan bagikan nomor urut terlebih dahulu. Sehingga, lebih rapih atau tertib,” ucapnya.
Namun, meski begitu ketika kedai telah sepi pun selama stok makanan atau menu masih tersedia. Thulu’z masih melayani pelanggan atau konsumen yang hendak membeli. (Sarrah)















































































































Discussion about this post