KUNINGAN, (FC).- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali turun langsung ke Kabupaten Kuningan.
Setelah sebelumnya menyidak aktivitas galian batu di kaki Gunung Ciremai, kali ini ia memastikan langsung proses pemulihan lingkungan di lokasi tambang.
Sidak lanjutan tersebut dilakukan di Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Minggu (18/1).
Sejak pukul 10.30 hingga 12.00 WIB, Dedi Mulyadi meninjau area galian C Blok Margamulya milik Sumadi sekaligus mengecek penanaman pohon yang telah diperintahkan pada kunjungan sebelumnya.
Dalam peninjauan itu, Gubernur didampingi perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, perwakilan SDM Provinsi Jawa Barat, Kepala Desa Padabeunghar Rukhiyat, serta pihak pemilik galian.
Di lokasi, Dedi Mulyadi kembali menegaskan sikap tegasnya terhadap aktivitas pertambangan di kawasan kaki Gunung Ciremai yang dinilai rawan merusak lingkungan.
“Tambang batu ini harus dihentikan. Penanaman pohon wajib dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap alam. Kawasan kaki Gunung Ciremai tidak boleh dirusak,” tegas Dedi Mulyadi.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak akan ragu mengambil langkah hukum apabila kegiatan pertambangan terbukti mengganggu ekosistem dan berpotensi menimbulkan bencana.
“Kalau aktivitas ini mengancam lingkungan dan keselamatan masyarakat, pemerintah pasti bertindak. Pemulihan lingkungan penting untuk menjaga sumber air dan kestabilan tanah,” ujarnya.
Kepala Desa Padabeunghar Rukhiyat menyatakan dukungannya terhadap langkah tegas Gubernur Jawa Barat dalam menjaga kelestarian lingkungan di wilayahnya.
“Kami mendukung penuh kebijakan Pak Gubernur. Pemerintah desa siap terlibat aktif mengawasi dan memulihkan kawasan yang terdampak aktivitas tambang,” ujar Rukhiyat.
Usai peninjauan sekitar pukul 12.00 WIB, Gubernur Jawa Barat beserta rombongan meninggalkan Kabupaten Kuningan untuk kembali ke Bandung.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuka kemungkinan melakukan sidak lanjutan ke wilayah lain di Kuningan apabila ditemukan aktivitas serupa yang berpotensi merusak lingkungan.(Angga)











































































































Discussion about this post