INDRAMAYU, (FC).- Puluhan warga binaan di Lapas Kelas IIB Indramayu menjalani tes urine setelah kamar hunian mereka dirazia petugas, Kamis (26/2).
Razia dipimpin langsung Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Kamtib) Lapas Kelas IIB Indramayu, Topa Maulana. Petugas menyisir setiap sudut blok hunian, termasuk memeriksa lemari, dus, tas, hingga peralatan makan untuk memastikan tidak ada barang terlarang.
Dalam kegiatan tersebut, petugas menyita sejumlah barang yang dilarang berada di dalam kamar hunian karena berpotensi disalahgunakan dan mengganggu keamanan serta ketertiban.
Usai razia, perwakilan warga binaan dari tiap blok dipilih secara acak untuk menjalani tes urine. Sejumlah petugas lapas juga turut mengikuti tes tersebut.
“Ada 36 warga binaan dan 11 petugas yang dites urine. Hasilnya dipastikan negatif semua, sehingga tidak ada penyalahgunaan narkotika di Lapas Indramayu,” ujar Topa Maulana saat ditemui di lapas yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Indramayu.
Ia menjelaskan, langkah tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban, sekaligus menindaklanjuti arahan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat untuk meningkatkan kewaspadaan selama Ramadan hingga Lebaran.
Menurutnya, sasaran utama razia dan tes urine meliputi pencegahan pelarian warga binaan, penyelundupan narkotika, serta penyalahgunaan alat komunikasi ilegal di lingkungan lapas.
“Hal ini sejalan dengan arahan pimpinan untuk menjamin hak warga binaan dalam beribadah, namun pengawasan tetap dilakukan secara ketat,” katanya.
Topa menambahkan, Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen integritas serta melaksanakan deteksi dini guna mencegah berbagai potensi gangguan.
Kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari komitmen penerapan program Zero HALINAR (Handphone, Pungli, dan Narkoba) serta dukungan terhadap pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
“Melalui razia dan tes urine ini, kami memastikan proses pembinaan berjalan dalam lingkungan yang aman dan bersih dari narkoba,” pungkasnya. (Agus Sugianto)









































































































Discussion about this post