“Surat itu tertanggal 9 april kemarin, kami tujukan kepada Korwil Bidang Pendidikan, Kepala PAUD, Dikmas, SD dan SMP se-Kabupaten Kuningan,” kata Uca, Minggu (12/4).
Uca yang baru menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan pada rotasi jabatan awal tahun lalu itu, mengaku cukup disibukan dengan situasi saat ini, karena dengan proses belajar di rumah lebih sulit dalam pengawasan, meskipun saat ini jaman sudah canggih.
“Tapi masih banyak yang belum memenuhi syarat untuk bisa mengikuti pembelajaran online, sehingga harus tetap dilakukan monitoring,” ujar Uca.
Terpisah, orang tua murid, Ririn Nuroniyah mengaku sedikit kesulitan memenuhi jam pembelajaran yang diminta oleh tempat anaknya sekolah, dikarenakan dirinya merupakan wanita karir yang bekerja disalah satu rumah sakit swasta di kuningan.
“Biasanya jam-jam untuk penyetoran pembelajaran online di waktu pagi hingga siang hari, sedangkan saya sendiri bekerja, jadi kesulitan untuk memenuhi waktu itu, mau tidak mau di sore hari usai pulang bekerja, dirinya baru bisa melakukan penyetoran pembelajaran online yang diwajibkan oleh pihak sekolah,” jelas Ririn.
Sebagai orang tua murid, Ririn berharap wabah ini berkahir dengan cepat, mengingat pembelajaran di rumah dengan di sekolah menurutnya akan sangat berbeda. Dan psikologi anak lebih matang ketika disekolah, serta membangkitkan jiwa social anak jika di sekolah. (Ali)














































































































Discussion about this post