KAB. CIREBON, (FC).- Minimnnya perawatan, kemudian kerusakan jalan juga diperparah oleh faktor cuaca yang belakangan ini di wilayah Kabupaten Cirebon, khususnya di kecamatan Plered kerap diguyur hujan deras.
Sehingga jalan di sepanjang kawasan wisata belanja Batik Trusmi Kabupaten Cirebon semakin rusak parah.
Berdasarkan pengamatan, kerusakan akses jalan hingga menjadi kubangan terjadi pada berbagai titik. Bahkan sejumlah kendaraan baik roda dua maupun roda empat harus ekstra hati-hati ketika melintasi akses jalan penghubung antar kecamatan dan beberapa desa.
Karena kerusakan jalan tersebut lah sehingga menyebabkan lubang kubangan yang diperkirakan kedalaman mencapai 10 cm.
Salah satu pengendara sepeda motor, Jazuli (26) tahun mengemukakan, dirinya setiap hari menggunakan akses jalan ini untuk bekerja.
Menurutnya, kerusakan jalan Syekh Datul Kahfi ini sejak tahun lalu. Kini, aku dia, sudah memasuki bulan ketiga di tahun 2022, namun belum juga ada perbaikan dari pemerintah Kabupaten Cirebon
“Jalan ini, selain rusak juga beceknya minta ampun, karena ada lubangan di sepanjang jalan akses masuk dan keluar dari kawasan batik ini. Setiap melintas apalagi saya bawa motor ya harus zig-zag mencari jalan yang agak baik,” kata Jazuli, Senin (21/3).
Ia juga mengkhawatirkan, jika kerusakan jalan terus dibiarkan bisa menjadi stigma buruk bagi Kabupaten cirebon.
“Ini kan ikon Kabupaten Cirebon. Tolonglah perhatikan, karena Trusmi adalah salah satu daerah yang selalu menjadi dambaan semua wisatawan, baik lokal maupun mancanegara,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan pengendara lainnya, Khumairah (24) mengaku kesal bahwa akses jalan ke kawasan Batik Trusmi tidak kunjung diperbaiki.
Menurutnya, bahwa kawasan batik trusmi menjadi salah satu lokasi yang kerap dikunjungi wisatawan baik lokal, nasional hingga mancanegara.
Karena, batik menjadi salah satu ikon di Kabupaten Cirebon yang kerap dikunjungi wisatawan dalam berburu oleh-oleh.
“Karena tidak hanya warga lokal yang datang ke sini. Wisatawan dalam mencari batik ya di kawasan wisata belanja Batik Trusmi ini.
Kan malu jika terus dibiarkan, bisa-bisa kapok dengan akses jalan yang rusak,” ungkapnya. (Ghofar)















































































































Discussion about this post