KAB. CIREBON, (FC).– Penyalaan simbolis program Jabar Caang kembali digelar hari ini di Desa Cipinang, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon. Meski desa ini telah teraliri listrik secara umum, tidak semua warganya bisa menikmati layanan listrik secara langsung di rumah mereka. Program Jabar Caang hadir untuk menjawab kesenjangan itu, menyasar warga prasejahtera yang selama ini belum tersambung listrik karena keterbatasan ekonomi.
Yang istimewa, kegiatan ini turut dihadiri tiga sosok pemimpin yang memiliki semangat dan visi yang sama dalam hal pemerataan energi:
Kang Dedi Mulyadi selaku Gubernur Jawa Barat, Bapak Tonny Bellamy selaku General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat, serta Bapak Imam Ahmadi selaku Manajer PLN Unit Induk Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Cirebon.
Kehadiran mereka bukan sekadar bentuk dukungan simbolik, melainkan komitmen nyata bahwa negara hadir hingga ke rumah-rumah yang selama ini belum terang.
“Listrik adalah hak dasar warga. Jabar Caang bukan sekadar program penyambungan listrik, tapi bukti bahwa keadilan energi itu bisa diwujudkan lewat kolaborasi pemerintah dan PLN,” ujar Tonny Bellamy Selaku GM UID Jabar.
Selain itu, General Manager PLN UID Jawa Barat, Bapak Tonny Bellamy, menjelaskan bahwa program Jabar Caang menjadi jembatan penting bagi masyarakat prasejahtera agar bisa menikmati listrik tanpa terbebani biaya penyambungan.
“Kami bersama Pemprov Jabar ingin memastikan tak ada rumah yang tertinggal dalam terang. Di Cipinang ini, walau listrik sudah masuk desa, ternyata masih ada warga yang belum bisa menyambung karena keterbatasan biaya. Di sinilah Jabar Caang berperan,” jelas Tonny Bellamy.
Manajer PLN UP3 Cirebon, Bapak Imam Ahmadi, menambahkan bahwa sinergi lapangan sangat penting agar penyaluran bantuan penyambungan listrik ini tepat sasaran.
“Kami terus turun langsung, berkoordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat, agar setiap titik penyambungan benar-benar menjangkau mereka yang membutuhkan. Hari ini kita lihat hasilnya ada harapan baru yang menyala di rumah-rumah itu,” ucapnya.
Penyalaan simbolis ini menjadi pengingat bahwa terang bukan hanya milik mereka yang mampu. Melalui Jabar Caang, pemerintah dan PLN memastikan bahwa listrik hadir sebagai bentuk kehadiran negara adil, merata, dan menyentuh yang paling membutuhkan. (Rls/FC)














































































































Discussion about this post