MAJALENGKA, (FC).- Melihat potret sekolah pendidikan usia dini (PAUD) di ujung Majalengka bagian Utara, yang honor gurunya pun berasal dari urunan orangtua murid. Sekolah tersebut berada di Desa Ampel Kecamatan Ligung, yang bisa menjadi salah satu potret pendidikan di Majalengka.
Wilayah Desa Ampel, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Indramayu. Letak desa tersebut berada di ujung Majalengka tepatnya arah Utara. Di sana, terdapat berbagai jenjang sekolah, dari Sekolah Dasar (SD), TK bahkan PAUD Kelompok Bermain (Kober).
Di tingkat paling dasar, ada salah satu jenjang pendidikan PAUD Kober di desa tersebut. Yakni PAUD Kober Al-Hikmah yang gedungnya masih satu kawasan dengan SDN Ampel III.
Pantauan wartawan pada Rabu (20/7), sekolah tersebut sedang melakukan aktivitas belajar mengajar seperti biasa. Terlihat, suara gemuruh khas anak-anak terdengar dari balik dua kelas yang ada di sekolah tersebut. Sejumlah orangtua murid juga tampak menunggu selesai belajar anaknya sembari berbincang dengan orang tua lainnya.
Sekolah itu hanya memiliki tiga ruang kelas. Terdiri dari dua kelas belajar dan satu ruang guru. Arena bermain anak-anak yang terdapat di sekolah tersebut sudah terlihat usang. Bahkan, warnanya sudah banyak yang berkarat.
Kepala PAUD Kober Al-Hikmah Ampel, Sri Endang Lestari mengatakan, ada 55 murid yang ikut belajar dalam tahun ajaran 2022-2023 ini. Dari jumlah murid itu, berasal dari berbagai blok yang ada di desanya, bahkan ada yang berasal dari luar desa.
“Alhamdulillah, di tahun ajaran sekarang ada 55 murid yang belajar di sini,” ujar Sri, Rabu (20/7).
Menurutnya, pada tahun ajaran sekarang, jumlah muridnya terbilang cukup banyak. Padahal, di Desa Ampel, masih ada jenjang sekolah yang sama seperti PAUD Kober Al-Hikmah.
“Tahun ini banyak Alhamdulillah, padahal ada PAUD lainnya, tapi banyak yang daftar ke sini,” ucapnya.
Di PAUD Kober Al-Hikmah terdapat tiga orang guru yang mengajar dua kelas. Masing-masing kelas terdiri dari rombongan belajar (Rombel) kelas kecil maupun Rombel yang siap masuk SD. Setiap harinya, kegiatan belajar sambil bermain dilaksanakan mulai setiap pukul 07.30 WIB sampai dengan selesai.
“Di kami ada tiga orang guru, saya selain kepala sekolah juga ikut ngajar,” jelas dia.
Sri menceritakan, kehadirannya sebagai guru di PAUD Kober Al-Hikmah datang dari sebuah keikhlasan. Sebab, selama ini, ia tidak mendapatkan gaji seperti guru pada umumnya. Ia yang senang dengan kehadiran anak-anak menjadi salah satu alasan, bayaran seperti honor bukan menjadi prioritasnya.
“Tidak digaji di sini mah, kami ikhlas karena suka dengan anak-anak,” katanya.
Disampaikan dia, bahwa honor setiap harinya datang dari orang tua murid itu sendiri. Di mana, setiap anak yang datang belajar di PAUD Kober Al-Hikmah, secara sukarela membayar seikhlasnya, minimal Rp 2 ribu.
“Ya jadi, setiap harinya, orang tua murid secara sukarela memberikan iuran Rp 2 ribu kepada kami. Untuk yang hari itu gak masuk, ya gak ngasih iuran begitu. Sehingga, iuran yang diberikan oleh orang tua menjadi sumber pengadaan di sini, jadi setiap harinya jumlahnya gak tentu yang diterima kami,” ujarnya.
Sementara, pada kesempatan ini, PAUD Kober Al-Hikmah baru mendapatkan bantuan berupa mainan anak-anak untuk inventaris muridnya selama belajar maupun untuk dibawa pulang. Menurutnya, mainan selama ini dinilai menjadi media mengembangkan daya imajinasi dan kreativitas, khususnya anak-anak di sekolahnya.
“Apalagi di usia Balita dan anak-anak, khususnya di masa pandemi, bermain menjadi salah satu proses menjaga mental dan psikis untuk mengembangkan daya imajinasi dan kreativitas. Anak-anak sangat bahagia mendapat bantuan ini,” ucap Sri.
Ia juga merasa sangat bersyukur, lantaran masih ada pihak yang peduli terhadap sekolah-sekolah di pedesaan. Sri berharap dengan adanya bantuan tersebut bisa memotivasi perusahaan lain untuk saling berbagi kebaikan. Serta peduli, khususnya di bidang pendidikan untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan. (Munadi)














































































































Discussion about this post