KAB. CIREBON, (FC).- Pemerintah Desa (Pemdes) Japura Lor, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon menunjukkan komitmen kuat untuk membenahi penyaluran bantuan sosial (bansos) setelah menerima berbagai masukan dari warga dalam sebuah audiensi terbuka yang berlangsung hangat dan konstruktif.
Audiensi yang digelar Rabu (4/6) dihadiri oleh sejumlah warga, tokoh masyarakat, Kepala Desa Japura Lor, Gufron, perwakilan Puskesos, dan Camat Pangenan, Deni Safrudin.
Isu yang menjadi sorotan utama adalah adanya dugaan bantuan dari pemerintah pusat yang tidak sampai kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) meskipun nama mereka tercantum dalam daftar penerima.
Salah satu warga, Moh Sandi menyampaikan keluhannya bahwa namanya tercatat sebagai penerima bantuan.
Namun selama satu tahun tidak pernah menerima bansos tersebut.
“Setelah saya cek ke kantor pos, ternyata bantuan itu sudah diambil oleh orang lain dan ada tanda tangan yang bukan milik saya,” ungkapnya.
Sandi pun menyampaikan bahwa dirinya siap menempuh jalur musyawarah terlebih dahulu untuk menyelesaikan masalah ini bersama warga penerima bantuan lainnya.
Namun ia juga membuka kemungkinan menempuh jalur hukum jika memang ditemukan bukti kuat adanya pelanggaran.
Menanggapi keluhan warga, Kepala Desa Japura Lor, Gufron menyambut baik audiensi tersebut sebagai bentuk kontrol sosial yang sehat.
Ia mengaku siap melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme penyaluran bantuan sosial di desanya.
“Alhamdulillah saya berterima kasih atas masukan dari warga. Ini jadi catatan penting bagi kami untuk memperbaiki koordinasi, terutama dengan Puskesos,” ujarnya.
Gufron menjelaskan bahwa dirinya menjabat sebagai kepala desa setelah periode penyaluran bansos yang dipersoalkan berlangsung.
Namun demikian, ia mengaku bertanggung jawab untuk memastikan sistem ke depan berjalan lebih baik, transparan, dan tepat sasaran.
“Sekarang kami sedang memperbaiki komunikasi dengan semua pihak terkait, agar ke depan tidak ada lagi persoalan serupa. Kami juga akan mendata ulang penerima dan melakukan verifikasi agar lebih akurat,” tambahnya.
Di tengah isu yang berkembang, sebagian warga justru memberikan apresiasi terhadap upaya perbaikan yang telah dilakukan pemerintah desa saat ini.
Warga bernama Syafi’i menyatakan, bahwa banyak masyarakat yang selama ini tidak tersentuh bantuan pada masa pemerintahan sebelumnya, kini mulai mendapatkan hak mereka. “Pemerintah desa sekarang meluruskan data, sehingga bantuan lebih tepat sasaran. Warga sepuh-sepuh dan yang benar-benar membutuhkan sudah mulai merasakan manfaat bansos,” kata Syafi’i.
Hal ini menunjukkan bahwa di tengah polemik yang terjadi, ada pergeseran positif dalam sistem distribusi bantuan sosial di Japura Lor.
Camat Pangenan, Deni Safrudin menyampaikan, bahwa pihak kecamatan telah menerima laporan dari warga dan sedang melakukan proses verifikasi terhadap data yang ada. “Kami sedang pelajari tuntutan masyarakat. Jika terbukti ada penyelewengan, tentu akan ditindak sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku,” jelasnya.
Ia juga menegaskan, bahwa pihak kecamatan secara rutin melakukan monitoring dan pembinaan ke desa-desa agar pelaksanaan program pemerintahan berjalan sesuai aturan dan semangat transparansi.
“Kami ingin pastikan tidak ada penyimpangan. Karena desa adalah ujung tombak pembangunan. Jika desa berjalan dengan baik, negara pun akan ikut maju,” tegas Deni.
Kasus di Desa Japura Lor menjadi pelajaran penting bahwa sistem bantuan sosial harus terus diperbaiki dan diawasi bersama. Pemerintah desa, kecamatan, dan masyarakat kini berada dalam satu barisan untuk menciptakan sistem yang lebih transparan dan adil.
Langkah awal yang ditempuh berupa audiensi terbuka menjadi bukti bahwa warga Japura Lor memiliki semangat partisipatif yang tinggi. Hal ini harus dijaga dan menjadi budaya demokrasi desa yang sehat.
Pemerintah Desa Japura Lor berjanji akan menindaklanjuti semua temuan secara terbuka, menyusun ulang data penerima bantuan, dan memperkuat kerja sama dengan Puskesos dan instansi terkait lainnya.
Kepala Desa Gufron pun menegaskan kembali komitmennya. “Kami ingin memastikan bahwa bantuan benar-benar sampai ke yang berhak. Mari kita kawal bersama agar tidak ada lagi yang merasa terabaikan,” tegasnya. (Nawawi)















































































































Discussion about this post