KAB. CIREBON, (FC).- Warga di Kecamatan Talun Kabupaten Cirebon dibuat geger dengan berubahnya warna Sungai Cideng yang melintasi dua desa tersebut.
Warna air sungai tiba – tiba berubah menjadi merah, pada Senin (19/5).
Meski hanya dalam waktu 45 menit perubahan warna sungai yang cukup mencolok ini menjadi viral di media sosial.
Sejumlah foto dan video, banyak diposting oleh masyarakat untuk mencari tahu penyebabnya.
“Itu sungainya merah, merah banget. Sungainya seperti warna daeah,” ujar perekam video yang viral di media sosial. Selasa (20/5).
Sementara Kuwu Desa Cirebon Girang, Hapid mengatakan, peristiwa ini baru terjadi di sungai yang membentang di desanya dan telah membuat geger warga Cirebon.
Banyak warga berasumsi terkait dari asal warna merah tersebut karena mitos.
Sedangkan di beberapa komentar di sejumlah media sosial, banyak meyakini perubahan warna tersebut akibat limbah tekstil atau pewarna batik.
“Sungai Cideng ini hulunya ada di Desa Sarwadadi. Sedangkan perubahan warna itu terjadi mulai dari jembatan glampok,saya tidak tahu padahal di area Cirebon girang tidak pabrik, saya khawatir ada oknum yang dengan sengaja membuang limbah itu ke wilayah desa kami” kata Hapid, Selasa (20/5).
Hapid menambahkan, aliran sungai berwarna merah ini tidak berlangsung dalam waktu yang lama.
Karena, saat itu juga cuaca sedang hujan deras dan saat itu juga aliran sungai sudah tidak berwarna merah lagi.
“Kalau dari bau airnya sih dari bahan tekstil cuman sayangnya tidak ada warga yang berani mengambil sampel airnya saat itu,belum tahu dari mana asal mulanya,selama puluhan tahun saya disini baru melihat peristiwa ini” ungkap Hapid
Senada dengn Hapid, Kuwu Desa Kecomberan Mastur juga mengaku kaget. Sebab sungai yang membelah dan menjadi penanda batas desa antara Cirebon Girang dan Kecomberan itu berubah warna merah seperti darah.
Kebetulan aliran sungai yang berada di blok Silayar itu cukup dekat dengan pemukiman, sehingga banyak warga yang menyaksikan dan merekam momen itu lewat kamera ponselnya.
“Masih belum tahu, tetapi dari Forkompimcam dibantu TNI dan polisi sudah melakukan penelusuran ke lokasi awal masih belum diketahui penyebab pastinya karena faktor apa,” ujar Mastur
Kapolsek Talun, AKP Ngatidja membenarkan adanya peristiwa tersebut. Namun pihaknya sudah melakukan upaya-upaya penelusuran ke lokasi titik awal dan belum bisa menyimpulkan faktor penyebabnya.
“Soal sungai menjadi warna merah, saya baru mengecek ke lokasi dan menelusuri bersama anggota pagi tadi, sepertinya hanya numpang lewat dan sudah normal lagi airnya,” kata Ngatidja
Terkait dengan adanya perstiwa itu, Ngatidja mengimbau agar masyarakat tidak mudah termakan isu-isu yang menyesatkan.
Terlebih, banyak yang mengaitkan hal itu dengan kejadian mitos.
“Jikalau nanti kemudian hari ditemukan atau ada warga terdampak mengalami gatal dan sebagainya maka kami akan melakukan pengusutan lebih lanjut sejauh ini masih belum ada laporan atau keluhan dari warga”. pungkas Ngatidja. (Johan)














































































































Discussion about this post