“Satu-satunya jalan kita akan melaksanakan musdesus nanti bagaimanapun hasilnya, kalau kita inginnya para kuwu sepakat dahulu agar penyaluran BLT DD disesuaikan misalnya per KK Rp200 ribu selama 3 bulan, maka dari anggaran sekitar Rp335 juta bisa disalurkan untuk membantu sekitar 600 KK,” ungkapnya.
Lain halnya yang disampaikan Kuwu Pabedilan Kulon, Cusmin yang lebih memilih pihaknya akan menyalurkan BLT DD sesuai regulasi saja. Sebagai kuwu tidak ingin dipusingkan permintaan masyarakat yang akhirnya harus bertabrakan dengan regulasi. Jangan sampai niatnya untuk membantu masyarakat justru dirinya nanti akan berurusan dengan hukum.
Disamping itu juga karena jika BLT DD yang sudah beredar informasinya kemana-mana bahwa besarannya Rp600 ribu per KK selama 3 bulan, tetapi jika dilakukan penyalurannya tidak sesuai maka dirinya sebagai pemdes akan dibenturkan lagi.
“Sebagai kuwu terkadang dilema, benarnya saja selalu disalahkan apalagi salahnya. Kalau masyarakat ada yang memprotes, kami lebih baik menjelaskan kalau masalah ini karena memang kuotanya segitu,” ungkapnya.
Sementara, PLT FKKC, Rohmat Hidayat mengungkapkan, pertemuan para kuwu yang digelar tidak ada kesepakatan atau kebijakan apapun terutama terkait pelaksanaan BLT DD, yang terjadi hanya kesepakatan moril para kuwu saja.












































































































Discussion about this post