Disisi lain, Ali Efendi, mengatakan, idealnya pasokan pupuk bersubsidi di Kabupaten Cirebon ialah 28 ribu ton. Pasalnya, menurut dia, masa tanam sebagian besar lahan pertanian di Kabupaten Cirebon mencapai tiga kali setahun.
“Di beberapa kecamatan masa tanamnya tiga kali, sehingga butuh pupuk lebih banyak,” ujarnya.
Ia mengatakan, saat ini, pemerintah pusat baru merealisasi pupuk bersubsidi di Kabupaten Cirebon mencapai 23 ribu ton. Padahal, pihaknya mengajukan pengadaan pupuk bersubsidi tersebut ialah 25 ribu ton.
“Kami mengajukan 28 ribu ton, tapi hanya di-ACC 25 ribu ton, dan sampai sekarang baru direalisasikan 23 ribu ton,” kata Ali.
Karenanya, kata Ali, kini pupuk bersubsidi di Kabupaten Cirebon mengalami kelangkaan. Sebab, pasokannya lebih kecil dibanding kebutuhannya dan para petani yang menggarap lahan yang masa tanamnya tiga kali pertahun mengambil pupuk lebih banyak.
“Dari rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) juga tidak sesuai penggunaannya, karena penggunaan petani lebih banyak,” ujarnya.
Pihaknya pun telah berupaya maksimal untuk meminta tambahan pasokan pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat. Ali memastikan dalam waktu dekat kekurangan pasokan pupuk bersubsidi bakal direalisasikan secepatnya.












































































































Discussion about this post