KAB. CIREBON, (FC).- Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon memastikan hingga saat ini tidak ada vaksin Covid-19 yang kadaluarsa.
Pasalnya, Dinas Kesehatan setempat menerapkan manajemen first in first out (FIFO) terhadap vaksin yang didistribusikan ke Kabupaten Cirebon.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, dr H Bambang Sumardi melalui Kepala Seksi Kefarmasian dan Alat Kesehatan pada Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK), Damiri mengatakan, seluruh vaksin yang tersimpan dipastikan tanggal kadaluarsanya masih jauh.
“Vaksin yang mendekati tanggal kadaluarsa juga sudah diberikan semua kepada masyarakat,” kata Damiri saat ditemui di Gudang Farmasi Dinkes Kabupaten Cirebon, Senin (22/11).
Ia mengatakan, saat ini stok vaksin yang disimpan di Gudang Farmasi Dinkes Kabupaten Cirebon juga dipastikan aman untuk didistribusikan ke tiap-tiap puskesmas.
Bahkan, Pemkab Cirebon baru menerima pendistribusian vaksin dari Pemprov Jabar yang jumlahnya mencapai 200 ribu vial vaksin jenis Sinovac.
Ditambahkannya, selain itu, di gudang tersebut juga terdapat vaksin jenis lainnya, diantaranya, Pfizer dan Moderna yang meski jumlahnya tidak sebanyak Sinovac.
“Setiap harinya puskesmas-puskesmas di Kabupaten Cirebon rutin mengambil vaksin untuk diberikan kepada masyarakat, setiap puskesmas mengajukan vaksin dari mulai 200 – 1000 dosis karena setiap wilayah cakupannya juga berbeda-beda,” ujar Damiri.
Damiri, menyebut warga Kabupaten Cirebon lebih menyukai vaksin Covid-19 jenis Sinovac. Bahkan, menurut dia, dari 894 ribuan warga Kabupaten Cirebon yang telah divaksin 70 persennya diberikan vaksin jenis Sinovac.
“Vaksin Sinovac ini lebih disukai masyarakat Kabupaten Cirebon,” ujar Damiri
Ia mengatakan, warga lebih menyukai vaksin jenis Sinovac karena potensi munculnya kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI) kecil.
Bahkan, tidak sedikit warga Kabupaten Cirebon yang divaksin menggunakan Sinovac tidak mengalami KIPI sama sekali.
Karenanya, pihaknya meminta Pemprov Jabar mengalokasikan vaksin Sinovac lebih banyak ke Kabupaten Cirebon dibanding jenis lainnya.
“Vaksin Moderna dan Pfizer juga ada, bahkan termasuk Sinopharm, tapi yang diberikan kepada masyarakat paling banyaknya Sinovac,” kata Damiri.
Damiri menyampaikan, permintaan Sinovac juga datang dari puskesmas saat meminta vaksin dari Gudang Farmasi Dinkes Kabupaten Cirebon.
Petugas puskesmas menguslkan agar dinkes lebih banyak mendistribusikan vaksin jenis Sinovac karena masyarakat yang menginginkannya.
Namun, ia mengakui capaian vaksinasi di Kabupaten Cirebon baru 50,05 persen sehingga harus digenjot untuk mengejar target terbentuknya herd immunity pada akhir tahun.
“Kami juga mendorong agar puskesmas gencar melaksanakan vaksinasi Covid-19 di wilayahnya masing-masing,” kata Damiri. (Ghofar)
Ghofar/FC
















































































































Discussion about this post