KAB. CIREBON, (FC).- Setelah dua tahun terhenti karena pandemi Covid-19, kini Jepang kembali membuka program magang bagi putra-putri Indonesia.
Balai Pelatihan Pemagangan Pondok Pesantren Gedongan Cirebon (BP3GC) yang berlokasi di Desa Ender, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon memulai melaksanakan seleksi tahap pertama rekruitmen kepada 440 peserta, Senin (22/11).
Penaggungjawab BP3GC, Ade Thohir mengungkapkan, Pondok Pesantren Gedongan menjadi tempat kedua yang menyelenggarakan seleksi pemagangan Jepang secara nasional setelah Jawa Timur.
Peresmian pembukaan seleksi peserta pemanggangan dibuka langsung oleh Bupati Cirebon, Imron Rosyadi.
Hadir juga perwakilan Kementerian Tenaga Kerja, utusan The Association International Manpower Development of Medium and Small Enterprises Japan (IM Japan).
Sebanyak 440 peserta akan menjalani seleksi tahap awal untuk seleksi fisik dan matematika serta wawancara.
“Kita terakhir melaksanakan rekruitmen pada Desember 2019, karena pandemi Covid-19, kegiatan dihentikan sejak Maret 2020, dan September 2021 mulai melakukan rekrutmen kembali,” terangnya.
Dijelaskan Ade, rekruitmen peserta sendiri sebenarnya tidak dibatasi jumlahnya dan juga tidak hanya untuk kalangan santri.
Para peserta yang telah lolos seleksi mereka akan mengikuti pelatihan pra pemberangkatan tahap satu yang ditempatkan di Pesantren Gedongan.
Peserta selain akan belajar kebahasaan, peserta juga akan diajarkan pendidikan pesantren dari pemgenalan kitab kuning, pembelajaan ahlak, pesholatan dan lainnya.
“Peserta yang lolos adalah orang-orang pilihan, sehingga diharapkan ketika selesai kontrak pemagangan selama 3 tahun bisa membangun usaha secara mandiri setelah kembali ke tanah air,” harapnya.
Sementara Bupati Cirebon, Imron berharap, program pemagangan Jepang ini akan mampu menyerap banyak tenaga kerja.
Terlebih akibat pandemi Covid-19 tidak sedikit karyawan yang dirumahkan karena terganggunya sektor perekonomian.
Selain itu dirinya berharap kepada peserta yang nanti terpilih berangkat ke Jepang mereka harus menerapkan sikap disiplin.
Kemudian dapat menyerap ilmu untuk dikembangkan di daerah serta hasil materi yang didapatkan untuk bisa ditabung.
Sehingga ketika nanti mereka kembali ke tanah air akan mrngembangkan usaha dengan membuka sektor lapangan usaha baru yang bisa menyerap tenaga kerja baru.
“Kami berterima kasih kepada BP3GC dan Kementrian Tenaga Kerja RI serta IM Japan, karena sangat membantu, apalagi paska pandemi yang mengakibatkan banyaknya pengangguran,” katanya. (Nawawi).
















































































































Discussion about this post