KAB. CIREBON, (FC).- Hujan deras disertai angin kencang membuat sejumlah pohon tumbang hingga menutupi jalan dan menimpa kabel listrik PLN dan atap rumah warga beterbangan, Minggu (18/12) sekira pukul 14.00 WIB.
Bahkan, peristiwa hujan disertai angin kencang yang terjadi di Desa Losari Kidul, Kecamatan Losari, telah merusak puluhan atap rumah warga. Informasi yang berhasil dihimpun Fajar Cirebon menyebutkan, sedikitnya ada tiga pohon tumbang di komplek perkantoran Pemkab Cirebon akibat peristiwa tersebut.
Lokasi empat pohon tumbang itu yakni, di samping kantor Pos Sumber, di depan kantor Kejaksaan Kabupaten Cirebon dan di depan kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Cirebon serta di depan SMAN 1 Sumber.
Selain itu, pohon tumbang juga terjadi di Blok Jatiwates, Desa Lurah, Kecamatan Plumbon yang menyebabkan kabel PLN putus, pohon tumbang juga terjadi di jalan Nyimas Gandasari, Desa Kasugengan Kidul, Kecamatan Depok.
Sementara di Desa Kebarepan, angin kencang juga merobohkan tenda warga yang sedang hajatan dan angin kencang juga merusak toko bangunan semi permanen milik H Mus dengan kondisi rusak berat di Desa Lurah, Rt 10 Rw 04 Kecamatan Plumbon.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, Alex Suheriyawan membenarkan adanya sejumlah kejadian tersebut.
“Tim piket BPBD melaporkan kejadian pohon tumbang di komplek perkantoran Pemkab Cirebon ada di tiga titik,” ujar Alex, Minggu (18/12).
Menurut Alex, selain sejumlah kejadian tersebut, dirinya juga menerima laporan kejadian angin puting beliung di Desa Losari Kidul, Kecamatan Losari. Peristiwa tersebut, kata Alex, terjadi pada Minggu (18/12) sekira pukul 14.00 WIB saat sedang turun hujan.
“Tapi yang di Losari Kidul belum terinventarisir kerugiannya, ini laporan sementara,” kata Alex.
Alex mengimbau, kepada masyarakat agar selalu melihat situasi kondisi sekitar, terutama dalam kondisi perubahan iklim yang ekstrem seperti saat ini yakni hujan lebat disertai angin kencang dan tentunya banyak di beberapa tempat yang terjadi pergerakan tanah.
“Apabila ada pohon-pohon yang rindang harap dipangkas oleh masyarakat yang sedianya menjadi potensi untuk tumbang, karena dengan curah hujan tinggi mengakibatkan akar tanah semakin gembur sedangkan dengan daun yang rindang maka apabila angin kencang mudah untuk terjadi tumbangnya pohon tersebut,” kata Alex.
Kemudian, lanjut Alex, untuk masyarakat selalu pantau melalui informasi-informasi digital berkenaan dengan situasi dan kondisi cuaca dan iklim sekitar, terutama apabila akan melakukan perjalanan melakukan tindakan-tindakan preventif seperti melalui jalan-jalan yang sekiranya sedianya dianggap aman untuk dilalui agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diharapkan.
“Ketika ingin bepergian diharapkan untuk selalu memantau informasi dan hindari ruas jalan yang sekira rawan pohon tumbang,” ungkapnya.
Sementara dalam peristiwa hujan disertai angin kencang yang terjadi di sejumlah wilayah tersebut telah menelan satu korban meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan.
Warga tersebut bernama Yuda Aripin yang tewas tertimpa bangunan saat berteduh di Blok Kragilan, Desa Purbawinangun, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon.
Informasi yang berhasil dihimpun, korban merupakan seorang kurir paket ditemukan meninggal dunia tertimpa bangunan sekitar pukul 14.30 WIB.
Kapolsek Depok, AKP Rynaldi Nurwan mengatakan, pihaknya bersama anggota langsung respons cepat ke lokasi untuk melakukan evakuasi setelah menerima laporan dari warga.
Dari hasil penyelidikan diketahui, bahwa korban pada saat hujan lebat korban sedang berteduh di sebuah bangunan, kemudian tiba-tiba ambruk.
Tak lama kemudian, seorang saksi yakni T kebetulan melintas dan melihat ada seseorang yang tertimpa bangunan. Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Depok.
“Korban kami bawa ke RSD Gunung Jati Kota Cirebon. Namun keluarga menolak untuk dilakukan otopsi dan menyatakan menerima kejadian ini,” kata Kapolsek Depok, AKP Rynaldi Nurwan.
Diungkapkan Kapolsek, korban adalah warga Blok Soka, Desa Dana Mulya, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon. (Ghofar)


















































































































Discussion about this post