KUNINGAN, (FC).- Menjelang peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Harkorda) 9 Desember 2025, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menyerukan penguatan komitmen bersama dalam upaya pemberantasan korupsi.
Ajakan ini disampaikan di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap berbagai kasus dugaan korupsi yang menjadi sorotan baik di tingkat daerah maupun nasional.
Bupati Dian menilai momentum Harkorda harus menjadi ruang refleksi bagi seluruh pemangku kepentingan, terutama aparatur pemerintahan, untuk menjalankan tugas lebih hati-hati dan transparan di era keterbukaan informasi.
“Ini menjadi refleksi bagi kita semua. Momentum untuk meningkatkan kesadaran kolektif bahwa dalam menjalankan roda pemerintahan harus lebih hati-hati,” ujar Dian Kala diwawancara di kegiatan Soft Sopening D’John Billiar & Cafe Desa Cilaja, Minggu (7/12).
Menurutnya, pengawasan publik kini semakin kuat dan tidak dapat dihindari. Setiap kebijakan maupun tindakan pejabat negara, katanya, berada dalam pantauan masyarakat yang semakin kritis.
“Ini zamannya terbuka, kita harus lebih waspada. Pemerintah harus hati-hati, masyarakat juga harus hati-hati,” ucapnya.
Dian juga menekankan bahwa integritas bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tugas bersama masyarakat untuk saling mengingatkan dan mengendalikan agar tidak terjadi penyimpangan
“Tidak semua yang kita lakukan selalu benar, dan tidak semua yang dilakukan pihak lain selalu buruk. Maka perlu ada kontrol dan saling mengingatkan,” tegasnya.
Ia berharap peringatan Harkorda tidak berhenti sebagai seremonial tahunan, tetapi mampu mendorong langkah konkret memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan publik. (Angga)










































































































Discussion about this post