TALUN, (FC).- Bupati Cirebon, Imron Rosyadi dan Sekertaris Nasional Badan Usaha Milik Petani (BUMP) Indonesia, Edi Waluyo meresmikan Badan Usaha Milik Petani (BUMP) PT Cirebon Katon Bersama dan sosialisasikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada masyarakat Desa Cirebon Girang, di Balai Desa Cirebon Girang, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Rabu (22/1).
Di sela-sela kegiatan tersebut, Bupati Cirebon, Imron Rosyadi mengatakan, BUMP PT Cirebon Katon Bersama merupakan upaya Pemkab Cirebon untuk meningkatkan kesejahteraan para petani. Selain itu, BUMP juga menjadi upaya Pemkab Cirebon dalam memberikan wadah untuk meningkatkan pelayanan kepada petani.
“Tentu tujuannya agar petani bisa berkembang sehingga lebih sejahtera lagi,” ujar Imron kepada wartawan.
Menurut Imron, di era sekarang petani harus bisa menguasai teknologi untuk meningkatkan produksi tani-nya.
“Melalui BUMP juga petani akan dibina dan di bimbing agar bisa lebih bersaing di era globalisasi ini,” tegas Imron.
Selain peresmian BUMP, Bupati mengadakan sosialisasi program Kredi Usaha Rakyat (KUR), yang di utamakan untuk petani jagung dan padi khusunya di daerah Cirebon. Bunga yang diambil dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar 6 %.
Menurut Stering Komite BUMP Cirebon, Rudi Hariyanto, walaupun panen jagung surplus, tapi ternyata bagi petani lokal mandiri ketika mengakses jagung tidak ada, dan jika ada pun harganya mahal.
“Disalah satu program ini lah Kredit Usaha Rakyat jagung diadakan terutama bagi para petani tebu yang pabrik nya tutup sementara belum ada alokasi buat tebu, kami endorse buat jagung terlebih dahulu,” jelas Rudi
Sementara untuk sistem resi gudang padi, sudah berjalan dari bank BRI dan bank bjb. Tujuan dari Resi gudang ini agar petani bisa menyimpan berasnya di gudang saat harga padi turun. Dan Ketika harganya naik bisa di jual oleh petani, program ini untuk meningkatkan kesejahteraan para petani di Kabupaten Cirebon.
“ Jadi ketika petani panen, harga beras sedang rendah, nah petani bisa menyimpan berasnya di gudang dulu. Dengan harga tertentu petani bisa mengakses dana 70% dari harga panen. Ketika harganya naik, petani di beri tahu untuk menjual berasnya,” kata Rudi. (indah)







































































































Discussion about this post