MAJALENGKA, (FC).- Kepolisian Resort Majalengka terus melakukan pengembangan budidaya lele dan kangkung dalam ember lewat pola tanam hidroponik untuk mengangkat perekonomian masyarakat.
Kapolres Majalengka Ajun Komisaris Besar Polisi Bismo Teguh Prakoso mengungkapkan, hingga Selasa (9/6) ada sejumlah Mapolsek yang sudah melakukan uji coba budidaya lele dan kangkung.
Hasilnya cukup memuaskan setelah dua bulan ditanam. Bahkan untuk tanaman kangkung bisa dipanen lebih awal, dengan hasil yang cukup memuaskan juga.
“Selama pandemi Covid-19 sejumlah anggota di Mapolsek mencari kreatifitas masing-masing disela-sela berjaga di tiap Pos Pam dan Check Point. Banyak diantaranya yang melakukan budidaya lele dan kangkung yang dianggap paling mudah namun memiliki nilai ekonomi lumayan tinggi. Selama dua bulan uji cobanya berhasil. Kangkung tumbuh dengan baik dan subur demikian halnya lele berkembang besar,” ungkap Kapolres.
Hasil budi daya tersebut dibagikan kepada sejumlah masyarakat yang membutuhkan, terutama masyarakat kecil yang ada di sekitar Mapolsek. Hal ini untuk membantu mereka yang tingkat perekonomian mereka menurun selama masa pandemi.
Masa pandemi ini perlu disiapkan ide kreatifitas yang tepat untuk mengatasinya. Salah satunya pertanian dan perikanan yang tidak banyak membutuhkan lahan yang luas, namun memiliki nilai ekonomi tinggi.
“Setelah uji coba yang dilakukan anggota kami berhasil, kami akan berupaya mengembangkannya di masyarakat kurang mampu agar mereka bisa lebih berdaya dan ekonomi mereka meningkat,” kata Kapolres Bismo.
Harapannya masyarakat tidak memiliki ketergangungan pada pemerintah, terutama disaat pandemi. Sebaliknya mereka membantu meringankan beban pemerintah bahkan bisa membantu warga lainnya.
Budi daya lele dan kangkung tidak hanya untuk konsumsi sendiri, namun juga bisa dijual karena pasarnya sangat tinggi. Sehingga masyarakat tidak perlu takut dengan pasar.
“Jika untuk bisnis perputaran keuangan lebih cepat, butuh waktu dua bulanan sudah bisa dipanen. Pasarnya jelas, hampir semua orang butuh sayur dan lauk. Jadi besar harapan kami ke depan, budidaya ini menjadi salah satu sumberdaya yang akan diandalkan dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, baik saat menghadapi pandemi maupun New Normal,” ujar Kapolres Bismo. (Munadi)















































































































Discussion about this post