INDRAMAYU, (FC).- Rekaman CCTV di lokasi kejadian seolah olah menjadi sinyal terungkapnya kasus lematian Putri Apriyani (21) yang meninggal dalam kamar kos dengan kondisi terbakar di sekujur tubuhnya.
Dalam rekaman CCTV tersebut memperlihatkan pertemuan terakhir korban dengan kekasihnya Bripda Alvian Maulana Sinaga sebelum Putri ditemukan tewas.
Kuasa hukum keluarga Putri Apriyani, Toni RM mengatakan rekaman CCTV itu turut dijadikan alat bukti dalam sidang kode etik yang menjatuhkan sanksi pecat terhadap Bripda Alvian di Propam Polda Jawa Barat pada Kamis (14/8).
“Dari hasil penyidikan yang disampaikan dalam persidangan kode etik di Polda Jawa Barat, terungkap adanya rekaman CCTV yang dibacakan dalam tuntutan oleh penuntut Propam,” ujar Toni di Indramayu, Sabtu (16/8).
Putri ditemukan meninggal dengan luka bakar di kamar kosnya di Blok Ceblok, Desa Singajaya, Indramayu pada Sabtu (9/8) siang.
Dalam rekaman tersebut, kata Toni, terlihat Putri bersama Alvian tiba di kosan itu pada Jumat (8/8) malam sekitar pukul 20.00 WIB.
Putri lebih dahulu datang dengan sepeda motor Honda Scoopy, sementara Alvian menyusul dengan motor Honda Vario putih.
“Di rekaman CCTV itu juga terlihat Alvian keluar dari kosan sekitar pukul 05.04 WIB, kemudian masuk lagi sekitar pukul 05.30 WIB. Lalu dia kembali keluar pada pukul 08.00 WIB dengan kondisi seperti kebingungan atau linglung,” terang Toni.
Rekaman CCTV lain juga menangkap pergerakan Alvian berjalan kaki menuju arah Cirebon.
Ia sempat terpantau naik mobil angkutan umum dan turun di wilayah Celancang, Cirebon.
Namun, jejaknya kemudian hilang karena keterbatasan sorotan kamera pengawas.
“Bahkan hingga saat ini, Alvian Maulana Sinaga belum ditangkap polisi dan masih dalam pengejaran. Padahal selain rekaman CCTV, penyidik juga menemukan barang bukti berupa seragam dinas Polri milik Alfian, sepatu, hand phone, hingga sepeda motor,” ungkap Toni.
Toni menegaskan bukti-bukti tersebut semakin menguatkan dugaan Bripda Alvian Maulana Sinaga merupakan pelaku dalam kasus dugaan pembunuhan terhadap Putri Apriyani.
“Dalam kasus lain pelaku bisa cepat ditangkap, jadi untuk kasus ini pun saya yakin bisa. Kami mendukung penuh pihak kepolisian untuk bekerja dan segera menangkap pelaku. Masyarakat Indramayu, termasuk di media sosial, juga memberikan dukungan penuh agar penangkapan segera dilakukan,” pungkasnya. (Agus Sugianto)














































































































Discussion about this post