KAB.CIREBON, (FC).- Blok Sadek Desa Tawangsari Kecamatan Losari Kabupaten Cirebon yang terletak di ujung batas Kabupaten Cirebon dan Provinsi Jawa Barat lokasinya sangat terisolir.
Blok tersebut sangat membutuhkan uluran tangan pemerintah, salah satunya adalah membutuhkan adanya tempat pelayanan kesehatan hingga jembatan yang bisa dilintasi kendaraan roda empat.
Kuwu Tawangsari, Rojiki saat menerima kunjungan rombongan Bupati dan Wakil Bupati Cirebon beserta jajaran SKPD dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) Kabupaten Cirebon dalam acara Muter Bareng (Mubeng) ke Desa Tawangsari, Sabtu (26/7) mengatakan, wilayah Desa Tawangsari terbelah sungai Cisanggarung menjadi dua wilayah, salah satu wilayah yang berada di cantilan yakni Blok Sadek saat ini jumlah penduduknya lebih dari 3.000 warga.
Kata Rojiki, untuk menuju Blok Sadek ini harus melintasi jembatan Bendungan Tawangsari yang lebarnya hanya sekitar 1 meter, sehingga hanya bisa dilintasi oleh kendaraan roda dua.
“Sudah puluhan tahun warga yang tinggal di Blok Sadek Desa Tawangsari jika membawa kendaraan roda empat maka harus berputar arah melalui Desa Limbangan Kecamatan Losari Kabupaten Brebes,” jelasnya.
Lanjut disampaikan Kuwu Rojiki, kehadiran Bupati dan Wakil Bupati bersama rombongan ke Blok Sadek Desa Tawangsari, selain memberikan berbagai macam pelayanan, Bupati juga menerima masukan dari masyarakat, atas kunjungan tersebut ia berharap pemerintah daerah bisa segera merealisasikan harapan masyarakat di antaranya pembangunan jembatan penghubung dan pelebaran jalan antar blok.
“Desa kami ini terpisah oleh sungai. Untuk ke Blok Sadek saja, warga harus memutar lewat Brebes dulu. Padahal jika jembatan dibangun, bukan hanya mempercepat akses warga, tapi juga menyelamatkan nyawa. Mobil ambulan pun bisa langsung masuk ke sana,” ungkap Rojiki.
Kebutuhan lainnya yang mendesak adalah layanan kesehatan. Saat ini, warga di Blok Sedek harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk mendapatkan layanan dasar. Karena itu, Rojiki juga berharap pemerintah bisa membangun tempat pelayanan kesehatan di Blok Sadek, atau Puskesmas Pembantu di wilayah tersebut juga dilengkapi kendaraan operasional roda empat
“Kami berharap pemerintah membangun Puskesmas Pembantu, karena di Blok Sedek yang terpisah oleh sungai Cisanggarung tidak ada layanan kesehatan, warga harus menempuh jarak yang sangat jauh,” ujar Rojiki.
Sementara Bupati Cirebon, H Imron dalam kesempatan tersebut mengatakan, pihaknya dan rombongan melihat langsung sejumlah persoalan mulai dari jalan yang masih rusak, kawasan pemukiman yang rawan banjir karena berada di bantaran sungai, hingga masalah stunting yang masih menghantui sebagian keluarga.
“Di sini kita lihat langsung, masih ada masyarakat yang menggali tanah di pinggir sungai untuk membuat batu bata. Itu bisa merusak lingkungan dan meningkatkan risiko banjir. Kami sampaikan agar itu dikaji lagi, jangan sampai nanti merugikan masyarakat sendiri,” ujar Imron.
Tak hanya menyerap masalah, Bupati juga membawa solusi langsung. Dalam kunjungan tersebut, pemerintah memberikan layanan kesehatan gratis dan melakukan dialog terbuka dengan tokoh masyarakat, guru, dan warga sekitar. Bahkan beberapa titik jalan yang rusak langsung diusulkan untuk diperbaiki kembali.
Salah satu isu strategis yang juga mencuat adalah pembangunan jembatan yang menghubungkan dua provinsi yaitu Jawa Barat dan Jawa Tengah. Karena melibatkan dua wilayah administrasi, Pemkab Cirebon akan segera melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat.
“Kalau jembatan ini bisa terwujud, akses ekonomi dan sosial antar dua provinsi akan jauh lebih baik. Banyak warga yang aktivitasnya lintas provinsi, jadi ini penting untuk konektivitas,” kata Imron.
Kegiatan Mudun Bareng ini seperti menegaskan satu hal penting, pemerintahan bukan hanya soal rapat dan laporan, tapi soal hadir dan mendengarkan. Imron mengajak semua pejabat turun langsung ke lapangan agar tak terjebak dalam rutinitas administratif semata.
“Kabupaten Cirebon ini luas. Kita tidak bisa hanya memahami dari laporan tertulis. Kita harus lihat ujung-ujungnya juga. Makanya para kepala dinas harus turun, lihat sektornya masing-masing. Kalau kita semua bergerak, Cirebon bisa lebih maju,” tegasnya. (Nawawi)













































































































Discussion about this post