
Perlahan tapi pasti, satu persatu tanaman mulai mengihiasi tiap sudut pekarangan miliknya. Hampir dari keseluruhan tanaman yang dimiliki kaya manfaat, seperti pohon buah tin dan siwak.
“Kalau tanaman saya suka sekali sejak dulu, pokoknya suka aja. Berapapun harga dari pohon atau tanaman itu pasti saya beli, karena emang suka,” ungkap Amah kepada FC, Sabtu (17/10).
Untuk kepengurusan taman sendiri Amah menyerahkan sepenuhnya kepada suaminya, Furi. Oleh sebab itulah taman ini dinamakan Taman Safuri.
“Kita juga budidaya tanaman yang kita punya dengan dicangkok dan nantinya akan dimasukan ke pollybag untuk dijual atau untuk tanam lagi,” ungkap Ibu Amah.
Seiring berjalannya waktu, pekarangan Amah terisi penuh mulai dari sayur, buah, tanaman hias, dan beberapa tanaman lainnya. Sampai akhirnya, Taman milik Amah ini dilirik oleh Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon.
Pihak dinas menyampaikan kedua pasang suami istri ini sangatlah kreatif karena memanfaatkan pekarangan rumah sebagai taman yang berguna. Dari situlah Amah ditunjuk untuk melalukan pelatihan bagi Kelompok Wanita Tani (KWT).
Sejak dimulainya pelatihan tersebut, wanita yang miliki 1 orang putra ini pun kerap menyediakan makanan untuk pelepas lapar seperti nasi, ikan bakar atau ayam bakar, lalapan, oseng-oseng kangkung dan lainnya.
Tak menyangka, masakan Anah ternyata disukai banyak orang. Banyak orang bilang masakan Amah luar biasa lezatnya. Rasa maupun teksturnya sangat cocok dan pas di lidah setiap orang.
Pada saat itu, Amah tidak langsung menerima pesanan makanan begitu saja. Hanya saja, membantu masak atas permintaan orang lain.
“Awalnya cuma nyediain saja, pikir masa sih makanannya seenak itu. Terus cma bantu masakin untuk orang tapi, orang tuh mungkin ga enakan ya ke saya jadi, minta pesan saja ke saya,” ujarnya.
Berawal dari promosi mulut ke mulut akhirnya, dimulailah kedua pasangan suami istri untuk membuka usaha kuliner guna memenuhi permintaan yang masuk.
“Ya, kita mulai buka pesanan untuk yang mau makan dan melihat taman dan rencana hingga beberapa waktu kedepan akan terus seperti ini,” ungkap Ibu Amah.
Karena, menurutnya ketika membuka rumah makan perlu ada beberapa resiko yang ditanggung seperti waktu yang luang untuk pribadi dan juga kekhwatiran akan makanan yang akan tersisa.
Meski begitu, peminatnya semakin banyak seiring berjalannya waktu. Pelanggannya sendiri banyak dari dinas-dinas dan juga keluarga dari salah satu pengunjung yang pernah datang.
Dalam 1 hari pengunjung yang datang dapat mencapai 20 hingga 100 orang dan dalam 1 minggu kurang lebih 300 orang karena, memang dalam 1 atau 2 hari kadang terdapat waktu libur atau tak ada pengunjung sama sekali.
Juga, tempat ini kadang menjadi arena bermain anak-anak dan belajar anak. Sebab, konsep taman ini merupakan taman edukasi yang setiap pohon dan tanamannya diberikan nama satu persatu.
Sang suami, Furi sendiri mengakui sejak menerima pesanan makanan sekaligus booking tempat menjadikan dirinya dan sang istri tidak lagi dapat rutin mengurus bibit dan menjual secara rutin.
Namun, Furi dan Amah tidak pernah menyesali hal ini. Sebab, bagi mereka ini merupakan rezeki dari Tuhan yang diberikan pada keluarga mereka.
Untuk, menu yang disediakan oleh Amah sendiri terdapat beberapa paket diantaranga paket ayam bakar dan ikan bakar yang perporsinya dibandrol harga kisaran Rp. 26.000 rupiah – Rp. 30.000,- rupiah, yang tentunya dengan minimal pemesanan 10 porsi.
Kedua pasangan suami istri yang pernah memiliki peternakan sapi ini mengaku jika segala hal yang dilakukannya hingga saat ini, benar-benar murni niat tulus untuk menjaga lingkungan dan mencintai alam.
“Kita, aAhamdulillah melakukan ini semata-mata menyukai dan ingin merawat lingkungan, kita juga awalnya tidak begitu merasakan benar-benar manfaat dari menanam ini. Sampai kemarin ada krisis pangan dan orang-orang kerepotan mencari makan alhamdulillah dari air hingga bahan makanan kita tidak kesulitan,” pungkas pak Furi. (Sarrah/Job/FC)















































































































Discussion about this post