KOTA CIREBON, (FC). – Baru saja diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, atap dari shelter UMKM Alun-alun Sangkala Buana ambruk, Minggu (13/2).
Ambruknya bagian atap dari shelter tersebut diduga karena bangunan tidak kuat menopang beban.
Peresmian alun-alun Sangkala Buana sendiri diresmikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pada 4 Februari lalu.
Tak tanggung-tanggung, renovasi alun-alun Sangkala Buana tersebut memakan biaya 10,4 Miliar rupiah.
Namun, nampaknya bangunan yang memakan biaya miliaran tersebut kurang kuat
Hal ini dikarenakan tepat 9 hari setelah diresmikan atau 13 Februari, atap belakang shelter UMKM tersebut ambruk.
Berdasarkan penuturan warga bernama Adnan Yahya, robohnya atap tersebut terjadi seusai shalat dhuhur, sekitar pukul 12.15 WIB, dan bukan dikarenakan faktor cuaca.
“Atapnya saja kurang lebih beratnya 8 kilogram, tapi penopangnya hanya dari kayu jadi tidak kuat menopang beban,” katanya, Minggu (13/2).
Adnan merasa dengan kejadian tersebut, kualitas dari bangunan alun-alun Sangkala Buana kurang baik.
Meskipun begitu beruntungnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ambruknya atap shelter tersebut.
“Untungnya tidak ada, padahal alun-alun sedang ramai-ramainya dikunjungi masyarakat terlebih pada akhir pekan seperti ini,” paparnya.
Di awal peresmiannya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta alun-alun Sangkala Buana dijadikan tempat melakukan pagelaran seni.
“Nantinya saya minta ada pertunjukan tari Topeng disini disetiap akhir pekan agar bisa dinikmati masyarakat,” ungkapnya, Jumat (4/2) lalu.
Pembiayaan revitalisasi Alun-alun Kasepuhan tersebut berasal dari Dana Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Pemerintah Provinsi Jawa Barat.(Sakti)











































































































Discussion about this post