Jadi, ketika mahasiswa sudah terhimpun kepedulian terhadap lingkungan sekitar, sudah terhimpun kajian-kajian kritis, maka dengan sendirinya akan tumbuh kelompok-kelompok diskusi.
“Saya mengapresiasi kegiatan Himaka ini, mudah-mudahan ini menjadi sebuah kebiasaan kolektif. Persoalan aktifnya itu di mana, silahkan. Itu persoalan masing-masing, tapi aktivitasnya harus pada hal-hal yang positif,” tukasnya.
Sementara itu, Ketua Umum HIMMAKA Cirebon, Jejen Jaenal Mursalin didampingi Ketua Panitia, Otis Ridiana mengatakan, kegiatan PAB ini merupakan gerbang untuk latihan anggota. Peserta yang dikader selama tiga hari ini diberikan materi mengenai ke-HIMMAKA-an, ke organisasian, kedaerahan dan kemahasiswaan.
Kegiatan yang dibuka langsung Wakil Bupati Majalengka, Tarsono D Mardiana ini, dikuti 53 orang peserta dari beberapa kampus di Cirebon seperti IAIN Syekh Nurjati, UMC, Poltekes Tasikmalaya Cabang Cirebon, STTC, Stikkes Mahardika, STAI Al-Islah Unswagati dan STAIMA.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh beberapa tamu undangan, baik dari alumni HIMMAKA Cirebon maupun dari HIMMAKA wilayah dan Organisasi Daerah lain.
“Saya berharap dengan diadakannya acara ini, para kader dapat meningkatkan literasi, lebih peka terhadap isu sosial dan peduli terhadap permasalahan yang terjadi di Majalengka, meski sedang menimba ilmu di luar tanah kelahirannya,” katanya.
Apalagi, lanjut dia, mahasiswa yang tergabung di HIMMAKA, suatu saat nanti pasti akan kembali ke tanah kelahirannya Majalengka.
Oleh karena itu, diharapkan kader HIMMAKA dapat menjadi agen perubahan untuk mewujudkan Majalengka Raharja sesuai dengan visi-misi Pemkab Majalengka.
“Saya berharap, untuk anggota baru HIMMAKA Cirebon agar terus melakukan silaturrahmi, mengembangkan kapasitas SDM nya dengan rajin membaca dan diskusi, tingkatkan kajian dan lakukan riset terhadap potensi dirinya,” harapnya. (Ibin)














































































































Discussion about this post