KUNINGAN, (FC).- Selama ini, air dari Kabupaten Kuningan dimanfaatkan beberapa daerah sekitar, seperti Kabupaten Cirebon dan Kota Cirebon.
Setelah sekian tahun berlalu, Pemkab Kuningan berencana untuk melakukan kaji ulang Harga Air ke Cirebon yang mengarah kepada keuntungan bersama dalam rangka mensejahterakan masyarakat Kabupaten Kuningan dan Kota Cirebon.
Untuk diketahui sudah sekitar 16 tahun harganya masih berkisar diangka Rp. 110/kubik.
Bupati Kuningan saat diwawancara usai menerima kunjungan kerja Menteri Dalam Negeri RI, Muhammad Tito Karnavian menjelaskan, komunikasi dengan Pemkot dan PDAM Kota Cirebon terus dilakukan terkait masalah air ini.
Bupati sudah menunjuk tim yang dipimpin oleh Asisten Daerah II Setda Kuningan, Deni Hamdani.
“Itu sudah kita tindak lanjuti, saya sudah perintahkan Asda II, Pak Deni untuk menyampaikan kepada Pemkot dan PDAM Kota Cirebon terkait pemanfaatan air dari Kuningan,” jelas Acep.
Diskusi awal antara Pemda Kuningan dengan Pemkot Cirebon dan Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon, sudah diawali dari awal-awal tahun 2020 bertempat di Pendopo Kuningan.
“Beberapa diskusi-diskusi sudah kita lalui, sudah ada lampu kuning-lampu kuning tinggal jadi lampu hijau,” ujar Acep. (Bambang)












































































































Discussion about this post