MAJALENGKA, (FC). – Seorang Anak Buah Kapal (ABK) berinisial IHP warga Blok Cibasale, RT 01/12, Kelurahan Majalengka Kulon, Kabupaten Majalengka, dipastikan menjadi salah satu korban dalam peristiwa tenggelamnya kapal di Korea Selatan.
Perwakilan PT Palomas Sejati, Nurhidin mengatakan, proses pencarian sudah dilakukan sejak informasi tenggelamnya kapal pada 29 Desember 2020.
“Jadi sejak pencarian dimulai pada 29 Desember 2020 lalu itu ada 1.000 personel yang diterjunkan oleh Perdana Menteri Korsel. Sementara, kru di kapal tersebut berisi 7 orang yang mana tiganya berasal dari Indonesia, salah seorang berasal dari Kabupaten Majalengka,” ungkap Nurhidin, Jumat (8/1).
Menurutnya, perwakilan PT Palomas Sejati, juga telah datang ke rumah keluarga ABK asal Majalengka sebagai perwakilan dari Menteri Luar Negeri untuk menyampaikan kondisi terkini proses pencarian.
“Dari tiga ABK asal Indonesia tersebut, semuanya hingga kini belum diketemukan. Sembari menunggu update terkini, kami telah menyambangi rumah korban pada Kamis (7/1) kemarin,” jelasnya.
Hingga kini, pencarian masih dilakukan, sambil menunggu update resmi dari KBRI. KBRI juga sumbernya valid dari costnya Korea.
Nurhidin menjelaskan jika nantinya ABK tersebut diketemukan dalam keadaan meninggal, pihaknya berjanji akan mempermudah proses kepulangannya. Namun, ia berharap kliennya tersebut ditemukan dalam keadaan masih hidup.
“Sesuai prosedur perusahaan kami yang resmi, nanti kalau memang diketemukan terkait persiapan pemulangannya Insya Allah dipermudah. Kami akan koordinasi dengan Kemenlu, dibantu SPPI. Oleh karena itu, mohon doanya dari semuanya,” pintanya.
Sementara, selain memberikan informasi terkini dalam proses pencarian, pihaknya melakukan percepatan kesamaan DNA dengan keluarga ABK.
Sehingga, lanjut dia, jika nanti diketemukan dalam keadaan meninggal, identifikasi korban cepat dilakukan.
“Kita belum memastikan korban dalam keadaan hidup atau meninggal. Namun, jika meninggal, maka kita mengambil sampel DNA dari orangtuanya untuk dikirim ke Korea supaya mempercepat identifikasi,” ucapnya. (Munadi)














































































































Discussion about this post