KUNINGAN, (FC).- Refocusing anggaran penanganan wabah Covid-19 di Kabupaten Kuningan terhimpun mencapai 41,4 Miliar, meningkat sekitar 130 persen dari yang sebelumnya dianggarkan sekitar 18 Miliar.
Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar, kepada wartawan, Senin (20/4).
Diakuinya Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan saat ini sedang melakukan refocusing dan realokasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Dari hasil refocusing tersebut, terkumpul sebesar 4.14 Miliar untuk penanganan wabah Covid-19.
“Kami telah melakukan refocusing untuk anggaran penanganan Covid-19. Awalnya benar hanya sebesar 18 Miliar. Kini setelah diolah lagi, mencapai sekitar 41,4 Miliar. Dan penambahan itu salah satunya mengambil dari anggaran tiap SKPD sebesar 6 persen,” jelas Dian.
Alokasi penambahan anggaran tersebut, dijelaskan Dian, dititik beratkan pada tiga sektor yang menjadi focus dalam refocusing dan realokasi APBD. Yaitu 24,4 Miliar diperuntukan penanganan kesehatan, kemudian dampak ekonomi sebesar 2 Miliar dan penyediaan jaring pengaman social sebesar 15 Miliar.
Penanganan kesehatan dimaksud, lanjut Dian, terdiri dari pengadaan alat dan obat selama wabah Covid-19, kemudian pembuatan ruang isolasi dan perawatan khusus di RSUD 45 Kuningan, dukungan sarana dan prasarana penanganan Covid-19, hingga pengadaan rumah sakit darurat (Rumah sakit Citra Ibu).
“Selain itu juga untuk penanganan aktivasi posko penanganan Covid -19, insentif tenaga medis dan hal hal lainnya yang berhubungan dengan kesehatan,” kata Dian.
Kemudian untuk penanganan dampak ekonomi, disebutkan Dian, akan difokuskan kepada pengadaan stok sembako, sebagai bentuk antisipasi dampak Covid-19 serta penyediaan stok pangan dan penyediaan social safty net atau jaringan pengaman social juga penyediaan serupa dan bantuan-bantuan bagi yang terdampak Covid-19.
“Jumlah anggarna ini sudah memasuki parsial ketiga, artinya dalam perjalanan APBD murni menuju perubahan, terjadi pergeseran-pergeseran anggaran yang mekanismenya cukup pemberitahuan kepada pimpinan DPRD,” ujar Dian.
Pandemi Covid-19 yang terus dinamis, bagi Dian pegeseran anggaran tersebut, sama dengan perumusan APBD Murni ditahun sebelumnya. Sehingga cukup menguras tenaga dan pikiran dalam menentukan anggaran penanganan tersebut.
“Sementara ini kita konsentrasi dulu untuk penanganan kesehatan. Semua yang dilakukan harus berjenjang karena keterbatasan anggaran juga,” kata Dian. (Ali)

















































































































Discussion about this post