PLUMBON, (FC).- Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Blok Kompor, RT/15 RW/05/ Desa Gombang, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, Ratilah Binti Rabu (43) meninggal terjatuh dari lantai 14 sebuah apartemen di Negeri Malaysia pada Selasa 21 Januari 2020 kemarin.
Sepupu almarhumah, Gilang (32) menceritakan, pertama kali ia mendengar kabar bahwa salah satu keluarganya meninggal tersebut diterima pada Selasa 21 Januari 2020 siang. Informasi tersebut langsung dari KBRI melalui telepon kepada salah seorang anaknya.
“Keluarga (lewat anaknya) itu dikontak perwakilan KBRI yang menyatakan bahwa korban sudah meninggal. Dan jenazah datang ke rumah duka Rabu 22 malam sekira pukul 22.30 WIB didampingi PJTKI dan agen yang membawa korban,” kata Gilang di rumah duka, Kamis (23/1).
Almarhumah yang masih memiliki suami Supendi (44) dan dua anak ini, yakni Susanto (19) dan Soni Sadewa (13) tersebut korban meninggal diketahui pada Senin 20 Januari 2020. Namun secara rinci pihaknya belum mengetahui.
“Dan korban diketahui meninggal saat bekerja sebagai asisten rumah tangga dan terjatuh di apartemen lantai 14 di Malaysia. Saat itu, almarhum tengah mengasuh anak majikan yang masih balita, kemungkinan terpeleset kemudian terjatuh,” kata Gilang.
Gilang menambahkan, jenazah kakak sepupu sebelum dibawa ke kampung halaman sudah diotopsi dan kasusnya sudah clear oleh kepolisian Malaysia dan dibolehkan pulang karena murni kecelakaan kerja.
“Korban bekerja dan berangkat ke Malaysia sejak Agustus 2019 yang baru 5 bulan terakhir. Sebelumnya, almarhumah juga sudah pernah bekerja sebagai PMI sekitar 8 tahun di Abudhabi. Itupun padahal suami almarhumah sudah sempat melarang untuk berangkat lagi tapi ya mungkin ini sudah takdir tuhan harus meninggal di luar negeri,” katanya.
Masih dikatakan Gilang, secara administrasi korban sudah diberikan haknya seperti gaji, asuransi masih berjalan diproses karena salah satu persyaratan untuk memperoleh tersebut yakni surat kematian. Untuk kontak terakhir keluarga dengan almarhumah yakni pada awal tahun baru 2020.
“Keluarga sudah iklhas menerima agar korban dan keluarga tenang,” tandasnya. (Ghofar)









































































































Discussion about this post