KAB. CIREBON, (FC).- Beredar isu beras plastik. Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Cirebon melakukan inspeksi mendadak (sidak) beras plastik ke sejumlah pasar, salah satunya di Pasar Pasalaran, Kecamatan Weru, pada Kamis pagi (12/10).
Satu persatu penjual beras yang ada di Pasar Pasalaran didatangi petugas. Selain mengecek jenis beras, petugas juga memberikan sosialisasi dan edukasi terkait beras plastik. Kata dia, ciri beras plastik agak mengkilat dan tidak ada seperti pecahan beras.
“Kita sidak ke Pasar Pasalaran terkait isu yang beredar. Di pasar Pasalaran, dari pantauan kami tidak ditemukan beras plastik,” kata Kabid Perdagangan dan Pengendalian Barang Pokok dan Penting (Dagdalpokting) pada Disperdagin, Sidik Wibowo.
Tidak hanya di pasar Pasalaran saja. Pihaknya juga melakukan pengecekan di 5 pasar Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Cirebon. Di antaranya, pasar Sumber, Pasar Palimanan, Pasar Jamblang, Pasar Ciledug, Pasar Babakan.
“Semua pasar Pemda sudah kita cek semua. Dari hasil laporan kepala pasar belum ditemukan beras plastik,” ujarnya.
Karena itu, pihaknya menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Cirebon agar tidak percaya isu hoaks terkait beras plastik. Karena di Kabupaten Cirebon belum ditemukan adanya beras plastik. Namun, untuk mengantisipasi itu, pihaknya memberikan saran.
“Agar masyarakat membeli di toko langganan, seperti di pasar. Nah kalau ada yang menawarkan beras murah yang harganya jauh dari pasaran. Jangan tergiur, karena harga yang tidak wajar perlu dipertanyakan,” tandasnya.
Sementara itu, penjual beras di Pasar Pasalaran, Dayu (40) mengatakan, beras yang dijual oleh tokonya aman. Karena, ia tahu sendiri pabrik berasnya dan proses penggilingannya. Beras yang dijual pun pariatif, dari yang medium, premium, hingga yang super. “Kita aman, karena beras yang kita jual adalah langsung dari pabriknya. Kita tahu pabriknya. Beras ada yang ngambil dari Gegesik, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan,” tandasnya. (Ghofar)














































































































Discussion about this post