MAJALENGKA, (FC).- Warga Desa Nunuk Kecamatan Maja Kabupaten Majalengka ini lebih memilih menanam jagung daripada padi. Hal ini terlihat dari lahan yang berada di Desa Nunuk, begitu luas area persawahan ternyata tanaman jagung lebih luas dibanding area tanaman padi.
Informasi yang didapat awak media,Tan hasil tanam komoditi jagung dianggap lebih menguntungkan dibanding menanam padi yang menjadi tanaman pokok masyarakat Indonesia itu.
Menurut Tarman (48), ia bersama petani lainnya kini nyaris tidak menanam padi yang sudah ditekuninya selama ini atau sejak nenek moyang dulu.
Ia hanya membeli padi yang sudah menjadi beras dari hasil penjualan jagung untuk makan di setiap harinya.
“Sekarang sudah lumrah orang kampung membeli beras ke kota, karena petani jarang yang menanam padi,” ujar Tarman, saat ditemui di area lahan pertaniannya, Selasa (14/2).
Ada beberapa alasan, masyarakat Desa Nunuk kini lebih memilih menanam jagung dibanding padi. Di antaranya, menanam jagung lebih mudah jika hujan turun bisa langsung tanam.
Sedangkan tanam padi harus menunggu curah hujan tinggi dan sawah digenangi air sementara di wilayahnya tidak tersedia saluran irigasi.
Selain itu, hasil menanam jagung lebih banyak, dari 1 kilogram bibit jagung bisa diperoleh 4 hingga 5 kuintal jagung pipilan kering.
Pemeliharaan juga demikian mudah, begitu tanam tinggal menunggu menyiangi dan memupuk sesekali menyemprot jika diserang hama.
“Jagung juga lebih relatif lebih aman dari serangan hama. Sisi harga juga relatif lebih stabil. Paling kalau panen dan menjemur yang butuh tenaga banyak, serta jemur jagung lebih lama,” ucap dia.
Petani lainnya, Komar mengungkapkan, bercocok tanam padi harus membutuhkan air yang cukup dan pupuk yang banyak. Di tambah lagi, upah kerja juga semakin tinggi, mulai dari mentraktor, mencangkul pematang, menggaret, menyiangi, memupuk, ongkos panen dan sebagainya.
“Mending kalau hasilnya banyak, kalau sudah kena serangan hama, ruginya besar,” jelas Komar.
Kondisi yang sama juga terjadi di Desa Cibodas, Kecamatan Majalengka Kabupaten Majalengka. Yang mana, para petani banyak yang memilih bertanam jagung dan palawija seperti bawang merah atau cabai rawit.
Bukit-bukit yang terdapat di desa tersebut yang dulu ditanami padi huma kini pun hampir seluruhnya ditanami jagung dan cabai rawit. Sedangkan area pesawahan ditanami bawang merah dan cabe.
“Wajar jika sekarang tanaman padi semakin sedikit, karena banyak pemilik sawah yang enggan bercocok tanam. Ketika sawah digarap orang lain pun pemilik sawah harus tetap membeli pupuk dan membayar ongkos kerja sementara hasilnya minim. Jadi wajar jika sekarang banyak yang beralih ke jagung atau sawahnya disewakan. Selain itu sawah sudah semakin sedikit akibat alih fungsi lahan,” kata Eman yang juga pemilik penggilingan padi di Kelurahan Babakan Jawa. (Munadi)













































































































Discussion about this post