KAB. CIREBON, (FC).- Bupati Cirebon, H Imron memberikan respon positif atas keluhan petani terkait keinginan memperoleh hak paten atas temuannya di bidang pertanian. Yakni, penemuan variates bibit unggul.
Menurut Imron, sudah menjadi tanggungjawab pemerintah memenuhi harapan warganya. Ketika benar ada warganya yang membutuhkan akses hak paten, pemerintah wajib berperan.
“Kami menyambut baik. Temuannya itu, harus didukung dan harus dipatenkan,” kata Imron, kemarin.
Pihaknya akan berkoordinasi terlebih dulu dengan Dinas Pertanian setempat, diantaranya untuk mencari informasi terkait kebenaran itu. “Nanti akan saya kroscek ke dinasnya dulu ya, saya akan minta alamatnya,” katanya.
Data itu, menurut Imron sangat penting, pasalnya selain untuk dokumentasi juga sebagai dasar dan acuan bagi pemerintah. Jangan sampai, aku Imron salah sasaran, pihaknya butuh data yang riil. Hal itu, lanjut Imron bukan berarti pemerintah tidak mempercayainya.
Akan tetapi bagaimanapun, hasil penemuan itu harus dibuktikan terlebih dahulu. “Nanti dari kita juga harus eksperimen, untuk membuktikannya. Kalau terbukti sesuai dengan informasi yang sudah beredar, dan dia membutuhkan bantuan untuk akses hak paten, nanti pasti akan kami bantu,” terang Imron.
Disinggung apakah pemerintah bersedia mengembangkan hasil temuan itu, Imron menjawab diplomatis. “Soal itu. Tergantung, dia mampu tidak menyediakan bibitnya. Kalau mampu, nanti kita bisa aplikasikan di lahan kita (Pemda,-red),” katanya.
Bahkan, kalau memang terbukti, bukan hanya diaplikasikan di lahan milik Pemda saja, tetapi juga masyarakat dipastikan akan berbondong-bondong mengikutinya.
“Bahkan, nanti bisa saja kita biayai. Kalau memang di lahan Pemda tidak bisa. Kita akan membiayai masyarakat yang mau mengembangkannya. Nanti, kita lihat hasilnya bagaimana? Kalau memang bagus, ya kita tentu bangga dan senang,” katanya.
Sebelumnya, petani asal Desa Tegalsari, Kecamatan Plered Usman Efendi memiliki terobosan di bidang pertanian. Yakni berhasil menciptakan variates unggul hasil perkawinan silang benih padi. Tak hanya soal variates unggul saja, yang sudah berhasil diciptakannya. Namun juga sudah berhasil meracik pestisida organik.
Guna menunjang hasil panen maksimal. Bahkan, pupuk organik yang diciptakannya itu, diklaim lebih irit penggunaannya dibandingkan dengan pupuk kimia. Untuk 1,5 hektare sawah, ia hanya membutuhkan tiga kwintal pupuk organik saja. (Ghofar)













































































































Discussion about this post