KOTA CIREBON, (FC).- Kuliah kerja nyata (KKN) merupakan bagian dari penyelenggaraan pendidikan, dalam bentuk kegiatan pengalaman ilmu, teknologi, dan seni oleh mahasiswa kepada masyarakat.
KKN dilaksanakan secara melembaga dan terstruktur sebagai bagian dari pelaksanaan kurikulum pendidikan tinggi, yang wajib diikuti oleh setiap mahasiswa program studi ilmu hukum strata satu (S1) dengan status intrakurikuler wajib.
Demikian diungkapkan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (LP2M) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Ahmad Yani, saat melepas peserta Kuliah Kerja Nyata Gerakan Masyarakat Mengaji (KKN GM) tahun 2022 di IAIN Syekh Nurjati, Cirebon, Selasa (19/7).
Dikatakan Yani, dasar dilaksanakannya KKN ini yaitu UUD Dikti tentang tridharma perguruan tinggi, Peraturan menteri tentang MBKM, Peraturan menteri agama No. 13 Thn. 2013 tentang tridharma perguruan tinggi di lingkungan PTKIN , SK Rektor tentang RKKL Tahun 2022 Program LP2M Tahun 2022.
“Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan LP2M pada Tahun 2022. Tujuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan beragama dan tradisi keagamaan di masyarakat, melalui gerakan masyarakat mengaji. KKN tahun ini mengambil tema, dari tradisi mengaji menuju masyarakat madani, sukseskan visi sehati, sehat hijau agamis tentram dan inofatif,” terang Yani.
Dibeberkannya, KKN tahun ini dibagi menjadi tiga model, yakni KKN tematik berbasis masjid (2437 mahasiswa), KKN gemar mengaji (587 mahasiswa), KKN kolaborasi nasional moderasi beragama di Papua (2 mahasiswa).
“Khusus untuk kota cirebon 330 mahasiswa tersebar di 22 kelurahan, 5 kecamatan dengan dosen pembimbing 22, sesuai kelurahan dengan perkelompok 15 mahasiswa,” imbuhnya.
Sementara, Saefudin Zuhri Warek I sekaligus PLH Rektor menambahkan, pihaknya ucapkan terimakasih setinggi tingginya kepada Pemkot Cirebon yang telah memfasilitasi kepada mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
“Kegiatan KKN di Kota Cirebon, kepada para mahasiswa diharapkan melaksanakannya dengan sebaik-baiknya.,” tuturnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon meminta mahasiswa yang melakukan kuliah kerja nyata dapat mengembalikan tradisi baik yaitu mengaji, memakmurkan masjid dan langgar dengan kegiatan keagamaan.
“Budaya mengaji merupakan tradisi baik yang telah tertanam di masyarakat sejak dulu,” katanya.
Hanya saja seiring perkembangan zaman, tradisi baik tersebut perlahan mulai tergerus. Untuk itu, pihaknya berharap melalui KKN yang digelar tahun ini mahasiswa dapat menghidupkan dan mengembalikan tradisi baik tersebut.
“Saya juga berharap rekan-rekan mahasiswa dapat mengajak masyarakat untuk kembali memakmurkan musala, langgar dan masjid dengan aktivitas mengaji,” cetusnya.
Hanya saja, lanjut dia, pandemi Covid-19 saat ini masih terjadi. Untuk itu, mahasiswa diminta dapat memformulasikan beragam metode dengan penggunaan beragam media untuk melakukan sosialisasi dan internalisasi ajaran Islam ke seluruh lapisan masyarakat saat melakukan KKN.
Pihaknya juga yakin kegiatan KKN GM yang digelar tahun ini dapat menuai hasil yang baik. “Niat yang baik ditambah dukungan dari komponen pemerintah dan masyarakat, saya yakin hasil yang baik dapat dituai,” pungkasnya. (Agus)














































































































Discussion about this post