KOTA CIREBON, (FC).- Dalam upaya mendukung para pelaku usaha ekspor dan menjaring para UMKM yang ingin naik kelas, atau yang ingin merambah ke bidang ekspor, Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kota Cirebon bersama dengan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon menggelar Half Day Export Class.
Ketua Harian Kadin Kota Cirebon, Ismayasari menyampaikan, kegiatan ini bertema “Mengenal Kemudahan Ekspor dalam Melebarkan Sayap Bisnis”.
“Dengan kegiatan ini, kami ingin mendukung pelaku usaha ekspor dan menjaring pelaku UMKM yang ingin merambah ke bidang ekspor. Sehingga, para UMKM di Kota Cirebon bisa naik kelas,” ujarnya di Gedung DKUKMPP Selasa (19/7).
Pada kegiatan ini lanjutnya, menghadirkan nara sumber Mei Hari Sumarna dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Cirebon dan Winsen Setiawan selaku Managing Director PT D&W Internasional yang juga sebagai anggota Kadin Kota Cirebon.
Isma menuturkan, hadirnya kegiatan ini karena ada masukan dari para ekspotir yang terkendala masalah pemahaman, yang kurang tahu tentang kebijakan yang ada di Bea Cukai. Contohnya, seperti produk yang tertahan di Bea Cukai terkait HS Code.
“Dari kegiatan ini kita infokan kepada para eksportir dengan mengundang dari pihak Bea Cukai untuk menjadi narasumber. Sehingga, harapannya dengan kegiatan ini ada tunas-tunas baru para exportir,” katanya.
Di tempat yang sama, Kepala DKUKMPP Kota Cirebon Iing Daiman, mengapresiasi Kadin Kota Cirebon yang bersinergi dengan DKUKMPP atas terselenggaranya seminar Half Day Export Class ini.
“Kami berharap ini bagian dari ikhtiar kita untuk memajukan Kota Cirebon dari sisi perekonomian dengan pelaku usaha eksportir dan calon eksportir. Mudah-mudah dengan kegiatan ini geliat perekonomian Kota Cirebon dan sekitarnya bisa maju masif,” ungkapnya.
Mantan Kepala Bapelitbangda ini, pelaku UMKM di Kota Cirebon yang melakukan ekspor jumlahnya belum terlalu signifikan. Sehingga, hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi DKUKMPP untuk terus meningkatkan kompetensi, agar para UMKM bisa naik kelas.
“Naik kelas ini bukan hanya melulu orientasi ekspor, tapi kompetensi hal-hal yang lainnya mudah-mudahan bisa jauh lebih bagus dari sebelumnya,” tutupnya. (Agus)











































































































Discussion about this post