KOTA CIREBON, (FC).- Mobilitas puluhan juta pemudik pada momentum Lebaran 2022 diyakini tidak akan memicu lonjakan kasus Covid-19. Optimisme tersebut berdasarkan hasil serosurvei terakhir yang menunjukkan hampir 100 persen masyarakat Indonesia memiliki antibodi Covid-19, baik secara infeksi alami maupun melalui vaksinasi.
Angka tersebut berdasarkan hasil serosurvei kedua yang dilakukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Sedangkan serosurvei pertama pada Desember 2021 menunjukkan antibodi masyarakat sebesar 88,6 persen.
Tingginya antibodi masyarakat Indonesia ini menjadi dasar kebijakan yang diambil oleh pemerintah menghadapi periode Lebaran 2022.
“Itu yang menyebabkan kenapa kami percaya bahwa insya Allah Ramadhan kali ini, mudik kali ini bisa berjalan dengan lancar tanpa membawa dampak negatif kepada masyarakat kita,” kata Menkes Budi Gunadi Sadikin usai rapat terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (18/4).
Namun, Menkes meminta masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat masih ada potensi penularan virus dan masih tingginya kasus di beberapa negara tetangga seperti Cina dan juga Hong Kong. Budi mengajak seluruh masyarakat untuk semaksimal mungkin menerapkan protokol kesehatan (prokes).
Budi menyebut, capaian vaksinasi Covid-19 di Indonesia juga terus mengalami peningkatan. Saat ini, hampir 200 juta masyarakat atau sebanyak 198 juta masyarakat Indonesia telah mendapatkan vaksinasi Covid-19. Sebanyak 392 juta dosis vaksin telah diberikan ke masyarakat.
“Sudah hampir 200 juta dalam waktu 15 bulan. Ini pencapaian yang luar biasa,” kata Budi.
Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon antisipasi penyebaran Covid-19 setelah libur lebaran. Mudik tahun ini relatif aman karena tingkat imunitas masyarakat Indonesia tinggi.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon Agus Mulyadi, usai kegiatan rembuk stunting di Balai Kota Cirebon, Jumat (22/4) menjelaskan, jika dilihat dari sejumlah indikator, seperti transmisi komunitas, positivity rate maupun bed occupancy rate (BOR), kasus positif Covid-19 di Kota Cirebon sudah melandai.
“Tapi memang terjadi lonjakan kalau mobilitas tinggi,” kata Gusmul, demikian sapaan akrabnya.
Untuk itu, pihaknya terus menggenjot program vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat. Di samping juga telah mempersiapkan rumah sakit untuk menangani pasien jika kasus positif meningkat.
“Kondisi terburuk dan kasus tertinggi pernah kita hadapi. Untuk itu rumah sakit untuk penanganan disiapkan,” ujarnya.
Gusmul mengakui, aktivitas mudik turut menggairahkan perekonomian, termasuk di Kota Cirebon. Namun ia mengingatkan untuk disiplin menjaga protokol kesehatan (prokes).
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon Edy Sugiarto menjelaskan, tingkat imunitas masyarakat Indonesia kini sudah mencapai 99 persen.
Angka ini bahkan lebih tinggi daripada Inggris yang tingkat imunitasnya 92 persen. Sehingga sekalipun kasus positif Covid-19 naik, dampaknya tidak parah.
“Masih naik tapi tidak separah dulu. Karena tingkat kekebalan tinggi jadi tidak mematikan,” tutur Edy.
Namun, Edy juga mengingatkan agar protokol kesehatan tetap dijaga, termasuk dengan tetap menggunakan masker. “Mudik ini Insya Allah aman, tapi masker wajib digunakan,” ujarnya.
Di sisi lain, dalam rangka mudik lebaran 2022, Dinkes Kota Cirebon menyiagakan 261 petugas kesehatan yang akan berjaga dalam 3 shift di 4 posko kesehatan.
Sejumlah puskesmas juga akan tetap buka sekalipun libur lebaran. Terutama puskesmas yang ramai dikunjungi, seperti puskesmas yang berdekatan dengan posko mudik lebaran. (Agus)










































































































Discussion about this post