KAB. CIREBON, (FC).- Grebeg Syawal merupakan tradisi yang menjadi prosesi ritual Kesultanan
Kanoman Cirebon sejak beberapa abad yang lalu. Prosesi ritual yang disucikan dalam bentuk “pengakuan” terhadap silsilah para leluhur dan perhelatan (Kenduri/Selametan atas rasa syukur) yang berisi doa kepada para Raja-raja Cirebon khususnya Raja-raja Kesultanan Kanoman yang telah seda/Laya (wafat).
Tahun 2021 ini, Kesultanan Kanoman Cirebon melaksanakan ritual Grebeg Syawal yang dipimpin oleh Sultan Kanoman XII Sultan Raja Muhammad Emirudin yang dalam hal ini diwakili oleh Pangeran Patih Raja Muhammad Qodiran, Patih Kesultanan Kanoman.
Juru bicara Kesultanan Kanoman Ratu Raja Arimbi mengatakan, esensi prosesi ritual ini merupakan
ziarah kubur (Nyekar) ke makam Raja-Raja Kesultanan Kanoman yang telah wafat dan disemayamkan di komplek Astana Gunung Sembung (komplek makam Sunan Gunung Jati).
“Prosesi ini diawali dengan berkumpulnya keluarga Sultan di Pendopo Jinem Keraton Kanoman pukul 06.30 Wib, kemudian Gusti Patih dan keluarga berangkat dari Pendopo Jinem Keraton Kanoman dan diperkirakan sampai di Astana Gunung Sembung sekitar pukul
07.00 WIB. Sesampainya di Astana Gunung Sembung, Gusti Patih dan keluarga memasuki Kori (pintu) Gapura yakni pintu pertama yang ada di dekat alun-alun dan Kori (pintu) Krapyak,” ujar Arimbi kepada FC, usai pelaksanaan ritual Grebeg Syawal, Kamis (20/5).
Lalu kemudian, lanjut Arimbi, rombongan memasuki pintu tujuh (Lawang Pitu) Giri Nur Saptarengga, ketujuh pintu itu antara lain: pintu Pasujudan, yakni pintu yang biasa para peziarah umum berdoa dan bertawasul, kemudian memasuki pintu Ratna Komala, pintu Jinem,
pintu Rararoga, pintu Kaca, pintu Bacem, baru kemudian ke pintu yang ke 9 yakni pintu Teratai, menuju ruangan dalam pesarean Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati yang berada di puncak bukit Gunung Sembung (Giri Nur Saptarengga).
“Di ruangan dalam pesarean, Gusti Patih bersama keluarga melakukan tahlil, dzikir serta berdoa di makam-makam leluhur Cirebon yang ada di dalam Gedung Jinem, makam panembahan Ratu I, dan makam Sultan-sultan Cirebon,” tandas Arimbi.
Mengakhiri pembicaraan, Arimbi selaku perwakilan dari Kesultanan Kanoman mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah, Minal Aidzin Walfaidzin mohon maaf lahir dan batin. (Muslimin)












































































































Discussion about this post